Lima rekomendasi kuliner Pramono Anung dapat dibaca sebagai rute makan yang melintasi sejumlah kawasan penting di Jakarta, dari Pasar Baru, Menteng, Kebon Sirih, hingga Melawai dan Kebayoran Baru. Rute ini menyatukan makanan berkuah kaya rempah dengan satu hidangan lidah sapi berkonsep Spanyol-Mediterania.
Pramono membagikan pilihannya melalui akun TikTok pribadi saat mengikuti tren “Jakarta Foods I Can’t Stop Thinking About”. Daftar itu menarik perhatian karena sebagian besar nama yang dipilih telah lama dikenal oleh warga Jakarta.
| No. | Tempat | Kawasan | Menu Pilihan |
|---|---|---|---|
| 1 | Sop Kaki Kambing Irwan | Melawai | Sop kaki kambing |
| 2 | Sop Buntut Cut Meutia | Menteng | Sop buntut |
| 3 | Rumah Makan Medan Baru | Pasar Baru | Gulai kepala ikan |
| 4 | Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih | Kebon Sirih | Nasi goreng kambing |
| 5 | Javanegra Gourmet Atelier | Kebayoran Baru | Lidah sapi |
3. Gulai Kepala Ikan Medan Baru, Pasar Baru
Gulai kepala ikan dari Rumah Makan Medan Baru menawarkan rasa santan yang kental dengan perpaduan gurih, pedas, dan sedikit asam. Menu di Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini menyediakan pilihan ukuran kepala ikan untuk kebutuhan makan bersama.
Sajian tersebut membawa corak berbeda dalam daftar Pramono karena tidak bertumpu pada kaldu bening maupun olahan daging kambing. Bagi penikmat gulai, kekuatan bumbu menjadi ciri utama hidangan ini.
2. Sop Buntut Cut Meutia, Menteng
Sop Buntut Cut Meutia di Menteng dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris yang telah berdiri sejak sekitar 1970. Usaha ini diteruskan secara turun-temurun dengan sop buntut berkuah kaldu gurih sebagai menu andalan.
Selain sop buntut rebus, tersedia pula buntut goreng dan buntut bakar. Pilihan olahan tersebut memberi alternatif bagi pengunjung yang menginginkan tekstur dan cara penyajian berbeda.
1. Sop Kaki Kambing Irwan, Melawai
Di Melawai, Jakarta Selatan, Sop Kaki Kambing Irwan mengandalkan kuah gurih dengan racikan bumbu pekat. Isiannya mencakup potongan daging kambing dan bagian kaki kambing.
Pramono memasukkan tempat makan ini sebagai pilihan pertama dan menyebut makanannya sangat lezat. Profil rasa kaya rempah menjadikan sop ini sesuai bagi pencinta sajian hangat dengan karakter kuat.
4. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih memiliki kaitan personal bagi Pramono saat ia pertama datang ke Jakarta. Ia mengaku pernah menikmatinya hampir setiap hari pada masa itu.
Kuliner yang dikenal sejak 1958 ini memakai resep keluarga dan dimasak menggunakan wajan besar. Nasi serta potongan daging kambing dimasak bersama untuk membangun aroma khas dari bumbu rempahnya.
5. Lidah Sapi di Javanegra Gourmet Atelier
Javanegra Gourmet Atelier di Kebayoran Baru melengkapi daftar tersebut dengan pendekatan yang kontras dari empat tempat makan sebelumnya. Restoran ini mengusung pengalaman bersantap bergaya Spanyol-Mediterania dan menyajikan hidangan garapan Chef Andrea Peresthu.
Lidah sapi menjadi menu yang direkomendasikan Pramono di restoran tersebut. Menurut Medcom.id, kombinasi lima pilihan ini memperlihatkan pertemuan kuliner tradisional yang telah lama mengakar dengan pengalaman makan yang berbeda di Jakarta.






