5 Langkah Mengukur Tawaran Gaji agar Kompetensi Tidak Dibayar di Bawah Standar

Nilai sebuah tawaran kerja tidak hanya ditentukan oleh kesempatan lolos seleksi, tetapi juga kesesuaian kompensasinya dengan kompetensi kandidat. Tanpa acuan yang jelas, pekerja berisiko menyetujui angka yang terlalu rendah bagi peran dan pengalaman yang dimiliki.

Data pasar dapat mengubah pembahasan gaji dari sekadar tawar-menawar menjadi percakapan yang memiliki dasar. Kandidat dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyampaikan kisaran yang masuk akal serta menilai penawaran perusahaan.

Jobstreet by SEEK menilai penawaran yang kurang dinegosiasikan atau under-negotiated offers menjadi salah satu persoalan dalam dunia kerja. Isu ini berhubungan pula dengan ketimpangan kompensasi pada pekerjaan yang memiliki kualifikasi dan beban kerja sepadan.

StrategiManfaat bagi Kandidat
Memahami standar pasarMemiliki acuan kisaran kompensasi
Menentukan batas minimalMenyaring proses rekrutmen
Mendorong transparansiMenilai kesetaraan penawaran
Memakai data gajiMembandingkan peluang kerja
Menjawab dengan dasarMenjelaskan angka secara profesional

1. Pahami Standar Gaji di Pasar

Langkah pertama ialah mengetahui rentang gaji untuk posisi yang dituju. Kandidat perlu mempertimbangkan jabatan, pengalaman, dan industri agar pembanding yang digunakan sesuai konteks.

Informasi informal dari teman atau forum anonim dapat memberikan angka yang terlalu tinggi atau justru terlalu rendah. Riset kompensasi yang lebih menyeluruh membuat kandidat memiliki dasar yang lebih objektif saat memasuki wawancara.

2. Tentukan Batas Gaji Sejak Awal

Kandidat perlu menetapkan angka minimal yang masih dapat diterima sebelum mengikuti tahapan seleksi. Langkah ini penting karena proses rekrutmen dapat mencakup sejumlah wawancara hingga studi kasus.

Angka batas membantu kandidat mengevaluasi posisi yang akan dilamar sejak awal. Jika pembahasan kompensasi muncul pada tahap awal, kandidat tidak perlu menentukan jawaban secara mendadak.

3. Gunakan Transparansi Gaji untuk Menghindari Ketimpangan

Transparansi kompensasi dapat memberi gambaran apakah penawaran yang diterima sesuai dengan standar pekerjaan. Keterbukaan tersebut penting ketika terdapat kemungkinan perbedaan bayaran untuk kualifikasi dan beban kerja yang setara.

Standar industri yang lebih terbuka dapat mendorong penawaran yang lebih setara. Pendekatan ini menempatkan kompetensi sebagai dasar kompensasi, bukan semata kemampuan seseorang dalam melakukan negosiasi.

4. Manfaatkan Data Gaji sebagai Referensi

Beragam data kompensasi dapat dipakai untuk membandingkan peluang menurut posisi, industri, pengalaman, dan lokasi. Kandidat juga dapat memanfaatkannya sebagai bahan menyusun perencanaan karier.

Menurut Jobstreet by SEEK yang dikutip Kompas.com, fitur Jelajah Gaji memungkinkan pengguna melihat rata-rata gaji berdasarkan kategori tersebut. Data itu turut membantu melihat tren pekerjaan yang mengalami pertumbuhan gaji.

5. Jawab Ekspektasi Gaji dengan Dasar yang Jelas

Tekanan saat wawancara dapat membuat kandidat menyebut angka terlalu rendah demi menjaga peluang lolos. Karena itu, jawaban sebaiknya berbentuk kisaran yang merujuk pada riset untuk posisi, industri, dan pengalaman terkait.

Penyampaian yang berbasis data menunjukkan alasan di balik nominal yang diajukan. Meski tidak menjamin tawaran langsung sesuai harapan, kandidat memiliki pijakan lebih kuat untuk mengevaluasi keputusan yang akan diambil.

Baca Juga