5 HP Rp3 Jutaan untuk Emulator PS2, Baterai 7.300 mAh hingga Kipas Aktif

Emulasi game PlayStation 2 tidak lagi identik dengan perangkat berharga mahal. Di kisaran Rp3 jutaan, sudah ada ponsel dengan baterai hingga 7.300 mAh, pendingin aktif, serta kontrol fisik untuk mendukung sesi bermain lebih lama.

Kapasitas besar dan pengelolaan suhu menjadi penting karena emulator PS2 dapat membebani CPU serta GPU lebih tinggi daripada game Android biasa. Performa yang konsisten dibutuhkan terutama untuk menjalankan judul berat seperti God of War II, Shadow of the Colossus, dan Final Fantasy XII.

Pilihan perangkat berikut menawarkan pendekatan yang berbeda untuk kebutuhan tersebut. Ada yang mengutamakan kualitas layar, respons kontrol, daya tahan baterai, hingga pencegahan penurunan performa akibat panas.

ModelChipsetFitur UtamaHarga
Redmi Note 14 Pro 5GDimensity 7300-UltraAMOLED 1,5K 120HzRp3,3–3,9 juta
Infinix GT 30Dimensity 7400Shoulder trigger, AMOLED 144HzSekitar Rp3,8 juta
Tecno Pova 7 5GDimensity 7300 UltimateBaterai 6.000 mAh, pengisian nirkabelSekitar Rp3,5 juta
iQOO Z10Snapdragon 7s Gen 3Baterai 7.300 mAh, pengisian 90WSekitar Rp3,6 juta
nubia Neo 3 GTUnisoc T9100Pendingin aktif, bypass chargingSekitar Rp3,7 juta

RAM minimal 8GB dan penyimpanan UFS 2.2 atau yang lebih cepat patut menjadi perhatian sebelum memilih perangkat. Ruang simpan juga diperlukan karena berkas ISO game PS2 dapat memiliki ukuran besar.

1. Redmi Note 14 Pro 5G

Redmi Note 14 Pro 5G memakai Dimensity 7300-Ultra dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan sampai 512GB. Layar AMOLED 1,5K 120Hz menjadi daya tarik bagi pengguna yang ingin menikmati detail visual lebih tajam.

Dragon Ball Z Budokai dan Winning Eleven disebut dapat berjalan lancar pada pengaturan tinggi di perangkat ini. God of War II juga dapat dimainkan pada resolusi internal 1x hingga 1,5x dengan frame rate stabil.

2. Infinix GT 30

Infinix GT 30 menawarkan Dimensity 7400 dan panel AMOLED 1,5K dengan refresh rate 144Hz. Perangkat ini memiliki shoulder trigger fisik yang memberi pilihan kontrol tambahan pada game aksi maupun balapan.

Baterai 5.500 mAh pada Infinix GT 30 didukung fitur bypass charging. Chipset yang lebih baru dari Dimensity 7300 serta layar berkecepatan tinggi diarahkan untuk mendukung respons input dan rendering yang lebih cepat.

3. Tecno Pova 7 5G

Tecno Pova 7 5G ditujukan bagi pengguna yang menempatkan durasi bermain sebagai prioritas utama. Baterai 6.000 mAh-nya mendukung pengisian cepat 45W dan pengisian nirkabel 30W.

Dimensity 7300 Ultimate pada perangkat ini dipadukan dengan penyimpanan hingga 256GB yang dapat diperluas melalui microSD. Konfigurasi tersebut sesuai untuk game PS2 ringan hingga menengah dengan kebutuhan efisiensi daya saat bermain lebih panjang.

4. iQOO Z10

iQOO Z10 membawa Snapdragon 7s Gen 3, RAM hingga 12GB, dan penyimpanan sampai 512GB. Baterai 7.300 mAh dengan pengisian cepat 90W menjadi kapasitas terbesar di antara lima perangkat ini.

Karakter chipset Snapdragon relevan untuk emulasi jangka panjang karena manajemen termal dan susunan CPU yang efisien. Stabilitas tersebut dibutuhkan oleh game berat seperti Shadow of the Colossus yang memerlukan performa konsisten.

5. nubia Neo 3 GT

nubia Neo 3 GT menjadi pilihan yang menonjol berkat sistem pendingin aktif pada kelas harga ini. Fitur tersebut dirancang untuk membantu menjaga suhu ketika CPU dan GPU bekerja mendekati beban penuh saat emulator dijalankan.

Ponsel ini menggunakan Unisoc T9100, baterai 6.210 mAh, pengisian cepat 80W, dan bypass charging. Pendinginan aktif dapat membantu menekan thermal throttling yang berisiko menyebabkan frame rate turun.

Game seperti Winning Eleven, Dragon Ball Z, dan GTA: San Andreas tergolong lebih ringan untuk diemulasikan. Sementara itu, game yang lebih berat membutuhkan perpaduan chipset memadai, RAM besar, baterai minimal 5.000 mAh, dan pengendalian suhu yang baik.

Baca Juga