Universitas Republik Indonesia atau URI direncanakan tidak hanya mengelola pendidikan tingkat universitas. Institusi ini juga disiapkan untuk membawahi sekolah unggulan serta berkaitan dengan pelatihan aparatur sipil negara dan pegawai BUMN.
Di saat yang sama, pemerintah menyiapkan pembangunan 10 kampus URI di bekas lahan perkebunan sawit tidak produktif. Rancangan ini menempatkan URI sebagai proyek pendidikan dengan cakupan lembaga dan lokasi yang luas.
| No. | Fokus | Informasi Utama |
|---|---|---|
| 1 | Rujukan konsep | Mengadopsi konsep INSP milik pemerintah Perancis. |
| 2 | Infrastruktur | 10 kampus di lahan tidak produktif milik PTPN III. |
| 3 | Kelembagaan | Sekolah unggulan, perguruan tinggi, dan pelatihan aparatur. |
| 4 | Pembelajaran | Penguatan bidang STEM. |
| 5 | Program akademik | Termasuk kesehatan dan kedokteran. |
1. Berangkat dari Konsep INSP
URI mengadopsi konsep Institut National du Service Public atau INSP. Lembaga tersebut adalah institut pelayanan publik nasional milik pemerintah Perancis.
Penggunaan konsep INSP menjadi bagian dari rancangan pembentukan URI untuk mencetak calon pemimpin bangsa. Meski begitu, informasi yang tersedia belum memerinci susunan penerapan konsep tersebut dalam sistem pendidikan URI.
Rujukan kepada lembaga pelayanan publik itu memberi gambaran mengenai orientasi awal pembentukan universitas. Namun, URI tetap direncanakan memiliki cakupan pendidikan yang mencakup sejumlah bidang akademik.
2. Pembangunan Disebar ke 10 Kampus
Gubernur URI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa 10 kampus akan dibangun di bekas perkebunan kelapa sawit. Lahan yang akan digunakan disebut milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan sudah tidak produktif.
Donny juga menyebut salah satu lokasi pembangunan berada di Cikasungka, Bogor Utara. Keterangan itu dimuat Kompas.com pada Senin, 27 Juli 2026.
Jumlah kampus yang direncanakan memperlihatkan pembangunan URI tidak dipusatkan pada satu lokasi saja. Bekas lahan sawit menjadi bagian utama dari rencana penyediaan kawasan kampus.
3. Memiliki Kaitan dengan Pengelolaan Pendidikan dan Aparatur
URI direncanakan membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan untuk menangani sekolah tingkat SMA. Selain pendidikan menengah, rencana itu juga mencakup Badan Pengelola Perguruan Tinggi di jenjang universitas.
Institusi ini turut disebut akan berkaitan dengan Lembaga Administrasi Negara. Peran tersebut terkait pelatihan ASN dan pegawai BUMN.
Dengan rancangan kelembagaan itu, URI diproyeksikan menjalankan fungsi yang lebih luas dari pelaksanaan kegiatan belajar di kampus. Pengelolaan pendidikan unggulan dan peningkatan kapasitas aparatur masuk dalam cakupan yang disebutkan.
4. STEM Menjadi Salah Satu Prioritas
URI akan berfokus pada penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM. Bidang ini disebut penting untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aris Marsudiyanto, menyatakan STEM menjadi salah satu fokus URI. Penekanan tersebut dikaitkan dengan arah penguasaan teknologi oleh bangsa Indonesia.
Fokus STEM mencakup sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Rencana ini menjadi salah satu dasar arah pembelajaran di universitas yang sedang disiapkan tersebut.
5. Membuka Ruang bagi Kesehatan dan Kedokteran
Bidang kesehatan dan kedokteran disebut termasuk dalam program studi yang akan dibuka di URI. Aris juga menyampaikan bahwa program studi di luar STEM akan tersedia dalam jumlah banyak.
Rencana itu memperlihatkan bahwa arah akademik URI tidak hanya bertumpu pada sains dan teknologi. Pengembangan program kesehatan dan kedokteran memperluas cakupan bidang yang disiapkan.
Pembentukan URI masih terkait dengan pembangunan 10 kampus, pengelolaan sejumlah lembaga pendidikan, dan pembukaan berbagai program studi. Seluruh unsur tersebut membentuk rancangan institusi yang diarahkan pada pendidikan, teknologi, serta pengembangan aparatur.






