Peralihan dari rencana lahiran normal ke operasi caesar bukanlah kegagalan proses persalinan. Dokter dapat mengambil langkah ini ketika kelahiran pervaginam tidak lagi menjadi pilihan yang paling aman bagi ibu atau bayi.
Keputusan dapat muncul mendadak saat persalinan berlangsung, termasuk pada kehamilan yang sebelumnya tidak menunjukkan masalah berarti. Dr. dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, Sp.OG menyebut sekitar satu dari lima ibu yang mencoba persalinan normal dapat menghadapi masalah ketika melahirkan.
Keselamatan menjadi pertimbangan utama
Perempuan secara alami dapat melahirkan normal, tetapi perkembangan kelahiran tetap membutuhkan pemantauan. Kondisi ibu dan bayi dapat berubah sehingga rencana persalinan harus disesuaikan dengan penilaian medis.
WHO menjelaskan bahwa operasi caesar dapat diperlukan jika persalinan pervaginam berpotensi membahayakan ibu atau bayi. Langkah ini dapat dipilih pada persalinan terlalu lama, tanda gawat janin, atau posisi bayi yang tidak normal.
1. Posisi bayi tidak mendukung persalinan pervaginam
Posisi bayi sungsang atau melintang dapat membuat kelahiran pervaginam bukan pilihan paling aman dalam situasi tertentu. Dokter perlu melihat posisi bayi dan memperhitungkan risiko yang mungkin muncul selama proses kelahiran.
Komplikasi kehamilan seperti plasenta previa juga dapat mengubah rencana persalinan. Dalam pedoman ACOG yang diperbarui pada 2024, plasenta previa dan ruptur uteri termasuk kondisi yang dapat menjadikan operasi caesar sebagai metode paling aman.
Setiap kondisi tetap membutuhkan penilaian individual dari tenaga medis. Tidak semua posisi atau komplikasi menghasilkan keputusan yang sama, karena keselamatan ibu dan bayi menjadi dasar pertimbangan.
2. Bayi terlalu besar untuk melewati panggul
Ukuran bayi yang terlalu besar dapat menyulitkan kepala dan tubuh bayi melewati panggul ibu. Hambatan tersebut dapat membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau berisiko.
Diabetes selama kehamilan dapat berkaitan dengan ukuran bayi yang lebih besar, menurut Ivan. Asupan gula berlebih juga menjadi kondisi yang perlu dikendalikan selama masa kehamilan.
Meski demikian, bayi berukuran besar tidak otomatis membuat operasi caesar selalu diperlukan. Dokter dapat mengubah rencana bila ukuran bayi diperkirakan menghambat proses persalinan pervaginam.
| Kondisi | Pertimbangan medis |
|---|---|
| Posisi sungsang atau melintang | Risiko persalinan pervaginam perlu dievaluasi. |
| Plasenta previa | Caesar dapat menjadi metode yang lebih aman. |
| Bayi berukuran besar | Bayi dapat sulit melewati panggul ibu. |
| Persalinan tidak maju | Pembukaan atau penurunan bayi tidak berkembang. |
3. Pembukaan atau penurunan bayi tidak berkembang
Persalinan yang tidak mengalami kemajuan dikenal sebagai labor arrest atau labor dystocia. Keadaan ini dapat terlihat dari pembukaan serviks yang tidak berkembang atau bayi yang tidak turun sebagaimana diharapkan.
ACOG memasukkan gangguan kemajuan persalinan sebagai salah satu indikasi operasi caesar. Situasi tersebut dapat terjadi setelah ibu masuk ruang bersalin dengan rencana kelahiran normal.
Tim medis akan mengevaluasi perkembangan persalinan sebelum menentukan tindakan selanjutnya. Bila proses tidak maju, operasi caesar dapat dipertimbangkan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.
4. Bayi membutuhkan tindakan segera
Kondisi bayi yang membutuhkan penanganan cepat dapat menjadi alasan dokter menyarankan operasi caesar. Menunggu proses persalinan pervaginam selesai dalam keadaan tertentu dapat meningkatkan risiko bagi bayi.
Tindakan cepat dipilih berdasarkan kondisi yang ditemukan selama pemantauan persalinan. Karena itu, rencana lahiran normal tidak perlu dipaksakan apabila situasinya sudah tidak aman.
Perawatan bayi tetap dapat dioptimalkan
Bayi yang lahir lewat operasi caesar memiliki perbedaan paparan mikrobiota awal dibandingkan bayi yang lahir pervaginam. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih lemah.
Kontak kulit ke kulit dapat dilakukan setelah kelahiran jika kondisi memungkinkan. Kangaroo Mother Care dapat membantu menjaga suhu tubuh bayi serta mendukung proses menyusui.
Perawatan ini juga menjadi bagian dari Family Integrated Care dan Kangaroo Mother Care di unit perawatan intensif neonatal. Pemantauan kehamilan sejak antenatal serta edukasi keluarga membantu mempersiapkan kebutuhan ibu dan bayi setelah persalinan.






