Dua gol Singapura pada babak kedua membuat Putri Nusantara pulang dengan kekalahan 0-2. Namun, pelatih Takumi Taniguchi memilih menempatkan hasil itu dalam kerangka pembinaan jangka panjang pemain muda.
Taki menyebut para pemain masih memiliki masa depan panjang, termasuk peluang untuk mengejar level Piala Dunia dalam sekitar 10 tahun. Pesan itu disampaikan setelah laga Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.
Nur Qhalisah Arysha mencetak gol pertama Singapura pada menit ke-58. Tan Si Leng Amelia memperlebar keunggulan lewat gol pada menit ke-90+5.
| Tim | Skor Akhir | Gol |
|---|---|---|
| Putri Nusantara | 0 | – |
| Singapura | 2 | Nur Qhalisah Arysha 58’, Tan Si Leng Amelia 90+5’ |
Hasil pertandingan pada Senin (17/8/2026) itu menjaga kesempatan Singapura untuk menembus semifinal. Putri Nusantara, sebaliknya, diarahkan untuk menjadikan laga tersebut sebagai bahan evaluasi bagi perkembangan individu dan tim.
Pengalaman Pertama di Level Internasional
Sebagian besar pemain Putri Nusantara menjalani pengalaman internasional pertama mereka dalam turnamen ini. Taniguchi menilai situasi tersebut harus dipahami sebagai tahap awal pembelajaran, bukan alasan untuk menyerah.
“Para pemain masih sangat muda. Bagi sebagian besar pemain, ini adalah pengalaman pertama mereka bertanding di level internasional. Masa depan mereka masih panjang,” kata Taki.
Ia menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan yang diterima timnya. Meski hasil tidak berpihak, Taki menilai pemain sudah memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Maaf atas kekalahannya, tapi pemain sudah memberikan yang terbaik. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa menang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Taki, pandangan jangka panjang penting agar pemain tidak terhenti oleh satu kekalahan. Ia meminta mereka mengambil pelajaran, memperbaiki kemampuan, lalu melanjutkan perjalanan sebagai pesepak bola muda.
“Jadi kalau kita berpikir sejauh itu, kita tidak boleh berhenti di sini. Kita harus belajar dari pertandingan ini, meningkatkan kemampuan diri dan terus melangkah,” ucap Taki.
Ruang Tumbuh Sepak Bola Putri
Timnas U16 Putri Indonesia tampil melalui Putri Nusantara pada kompetisi yang mempertemukan delapan tim nasional putri U16 dari tujuh negara. Srikandi Merdeka Cup masuk dalam Women’s Soccer Trilogy, jalur pembinaan yang mencakup MilkLife Soccer Challenge dan Hydproplus Soccer League.
Rangkaian itu membawa pemain dari kompetisi usia dini menuju level tim nasional U16. Turnamen ini juga disiarkan gratis melalui YouTube bersama RANS Entertainment sebagai mitra penyiaran.
Nagita Slavina, Founder dan CEO RANS Entertainment, berharap ajang tersebut memberikan kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di sepak bola. Kehadiran turnamen internasional turut memberi pemain Indonesia kesempatan menghadapi lawan dari negara lain.
Kudus Merayakan Turnamen dan Kemerdekaan
Srikandi Merdeka Cup tidak hanya menghadirkan pertandingan di dalam stadion. Srikandi Fair di Lapangan Rendeng, yang berseberangan dengan Supersoccer Arena, digelar bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kirab kebudayaan dari Alun-alun Simpang 7 Kudus menuju Lapangan Rendeng membuka rangkaian acara tersebut. Marching band SMK Wisudha Karya mengiringi perjalanan rombongan pada Senin (17/8/2026).
Pengunjung dapat menikmati kuliner dari 35 booth UMKM Kudus, melihat replika raksasa trofi, serta menggunakan wahana bianglala dan komidi putar. Panggung hiburan dan layar besar juga tersedia agar pertandingan dapat disaksikan dari area luar stadion.
Srikandi Fair dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai kegiatan ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan menguatkan posisi Kudus sebagai tujuan wisata olahraga.
Direktur Program Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menilai dukungan masyarakat memperlihatkan ekosistem sepak bola putri yang tumbuh di Kudus. Ia menyoroti dua atlet asal Kudus yang kini memperkuat Timnas Indonesia sebagai bagian dari perkembangan tersebut.






