Mandiri Sekuritas menempatkan tiga opsi saham berstatus Buy di tengah koreksi IHSG yang mencapai 1,13 persen. Rekomendasi ini memuat target harga serta batas stop loss atau reversal sebagai acuan pengendalian risiko transaksi.
Ketiga opsi memiliki harga penutupan yang sangat berbeda, dari 830 hingga 20.025. Perbedaan itu membuat investor perlu memeriksa level masing-masing saham secara terpisah, terutama saat pasar domestik diproyeksikan melemah pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Daftar 3 Rekomendasi Buy
| Opsi Saham | Harga Penutupan | Target Harga | Stop Loss/Reversal |
|---|---|---|---|
| Opsi Saham 1 | 20.025 | 20.300 | 19.800 |
| Opsi Saham 2 | 2.470 | 2.530 | 2.440 |
| Opsi Saham 3 | 830 | 850 | 820 |
1. Opsi Saham Pertama
Opsi pertama direkomendasikan Buy setelah ditutup pada level 20.025. Target harga yang ditetapkan berada di 20.300, sementara support berada pada 19.800.
Level 19.800 juga berfungsi sebagai batas stop loss atau reversal. Resistance opsi pertama ditempatkan di 20.300, sama dengan target harga yang dicantumkan.
2. Opsi Saham Kedua
Opsi kedua memiliki harga penutupan 2.470 dan target harga 2.530. Mandiri Sekuritas mencantumkan support pada 2.440.
Area 2.440 menjadi titik stop loss atau reversal untuk opsi ini. Resistance berada di 2.530, selaras dengan target harga rekomendasi tersebut.
3. Opsi Saham Ketiga
Opsi ketiga ditutup di 830 dengan rekomendasi Buy dan target 850. Batas stop loss atau reversal dipasang pada level 820.
Tidak ada informasi mengenai support dan resistance spesifik untuk opsi saham ketiga. Karena itu, target 850 dan batas risiko 820 menjadi level utama yang tersedia.
IHSG Berakhir di 6.301,7
IHSG pada Kamis, 13 Agustus 2026, ditutup turun 72,08 poin ke posisi 6.301,7. Penurunan tersebut setara 1,13 persen dan menjadi latar utama kehati-hatian dalam perdagangan berikutnya.
Target harga, support, resistance, dan stop loss digunakan sebagai data acuan dalam rekomendasi harian. Level-level ini menjadi relevan ketika indeks domestik bergerak di tengah sentimen eksternal yang belum sepenuhnya searah.
Arah Bursa Global Beragam
Menurut Investor Daily, bursa Asia pada awal perdagangan menunjukkan arah yang bervariasi. Nikkei 225 naik lebih dari 0,75 persen, Topix bertambah 0,23 persen, Kospi melonjak 2,54 persen, dan Kosdaq menguat 1,10 persen.
Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,63 persen dan berada di zona merah. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen di kawasan belum bergerak seragam.
Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup menguat signifikan pada Kamis. S&P 500 mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa setelah data inflasi Amerika Serikat dilaporkan berada di bawah perkiraan.
Sentimen positif global turut mendapat dukungan dari tren penurunan harga minyak dunia. Namun, koreksi IHSG pada sesi sebelumnya tetap membayangi pasar domestik dan menempatkan batas risiko sebagai perhatian penting bagi pelaku pasar.






