Minat Gen Z terhadap profesi lama bukan sekadar dorongan nostalgia. Pekerjaan yang menuntut kehadiran langsung dan keterampilan khusus kini dinilai menawarkan peluang yang tetap kuat di era AI.
Profesi seperti mekanik kendaraan, teknisi listrik, hingga penjahit memiliki ruang pengembangan yang beragam. Selain bekerja pada layanan yang sudah ada, pelakunya dapat membangun usaha sendiri melalui pasar digital.
Profesi Lama Menemukan Pasar Baru
Media sosial, pemasaran online, dan personal brand memberi sarana baru bagi pekerja terampil untuk menawarkan jasa maupun produk. Perkembangan ini membuat keterampilan analog dapat dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
Axios, sebagaimana dikutip Viva, mencatat 12 pekerjaan lama kembali diminati Gen Z pada 2026. Daftar tersebut memperlihatkan kebutuhan terhadap layanan teknis dan kerajinan masih bertahan di tengah perkembangan teknologi.
| Profesi | Keahlian | Peluang |
|---|---|---|
| Tukang las | Pengelasan dan kerja fisik | Industri |
| Tukang kayu | Pengerjaan kayu | Furnitur |
| Teknisi listrik | Sistem kelistrikan | Jasa instalasi |
| Tukang ledeng | Perpipaan | Layanan mandiri |
| Teknisi HVAC | Pendingin dan ventilasi | Layanan sistem langsung |
| Mekanik kendaraan | Diagnosis dan perbaikan | Bengkel |
| Petani | Pertanian | Hidroponik |
| Tukang jam | Perawatan jam mekanik | Reparasi |
| Penjahit | Menjahit | Busana custom |
| Pandai besi | Pengolahan logam | Produk seni |
| Tukang kebun | Perawatan lanskap | Jasa taman |
| Pengrajin dan tukang reparasi | Membuat dan memperbaiki | Kerajinan |
1. Tukang Las
Tukang las memerlukan kemampuan pengelasan dan kesiapan bekerja secara fisik. Keahlian tersebut dibutuhkan dalam bidang konstruksi, manufaktur, dan industri.
2. Tukang Kayu
Praktik langsung menjadi bagian penting dalam pembentukan keterampilan tukang kayu. Kemampuan ini dapat diarahkan pada usaha furnitur, renovasi, atau produk kayu custom.
3. Teknisi Listrik
Teknisi listrik menangani pemasangan, pemeriksaan, serta perbaikan sistem kelistrikan. Bidang ini membutuhkan sertifikasi dan keahlian khusus yang dapat mendukung usaha jasa.
4. Tukang Ledeng
Penanganan gangguan perpipaan harus dilakukan secara langsung di tempat masalah ditemukan. Karena itu, tukang ledeng tetap memiliki peran penting dan peluang layanan mandiri.
5. Teknisi HVAC
Teknisi HVAC bekerja pada sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara. Tugas ini mengandalkan keterampilan teknis serta penanganan langsung yang tidak mudah sepenuhnya diotomatisasi.
6. Mekanik Kendaraan
Mekanik tetap diperlukan meski kendaraan berkembang menjadi semakin digital. Perbaikan dan diagnosis tertentu masih memerlukan keahlian manusia serta dapat menjadi modal usaha bengkel.
7. Petani
Profesi petani berkembang melalui penggunaan teknologi dan pemasaran digital oleh Gen Z. Hidroponik dan konsep pertanian cerdas memberi peluang untuk mengelola pertanian sebagai bisnis.
8. Tukang Jam
Perawatan jam mekanik membutuhkan keterampilan khusus dari tukang jam. Daya tarik pekerjaan ini berada pada nilai craftsmanship dalam proses reparasinya.
9. Penjahit
Reparasi busana mendapat dorongan dari tren thrift, pakaian vintage, dan slow fashion. Penjahit dapat mengembangkan layanan perbaikan, membuat pakaian custom, atau merintis merek fesyen.
10. Pandai Besi
Keterampilan pandai besi kembali relevan melalui minat terhadap produk kerajinan dan hobi analog. Pengolahan logam dapat menghasilkan peralatan, dekorasi, hingga karya seni.
11. Tukang Kebun
Tukang kebun mengerjakan perawatan taman, penataan ruang hijau, dan pembuatan lanskap. Layanannya dapat digunakan oleh pemilik rumah maupun properti komersial.
12. Pengrajin dan Tukang Reparasi
Keinginan untuk membuat dan memperbaiki barang turut meningkatkan perhatian pada profesi ini. Kegiatan tersebut sejalan dengan minat terhadap gaya hidup berkelanjutan dan aktivitas analog.
Jalur keterampilan praktis menjadi alternatif yang menarik ketika biaya pendidikan tinggi semakin besar. Pengalaman lapangan dan sertifikasi dapat menjadi pijakan untuk memasuki berbagai profesi tersebut.






