BMRI mencatat pelepasan bersih investor asing hingga Rp 815,47 miliar dalam sepekan perdagangan yang berakhir Jumat, 14 Agustus 2026. Nilai tersebut jauh melampaui TPIA dan ASII yang berada di bawahnya dalam daftar 10 saham teratas.
TPIA menempati posisi kedua dengan jual bersih asing Rp 409,84 miliar, sedangkan ASII berada di peringkat ketiga sebesar Rp 284,35 miliar. Dengan demikian, pelepasan pada BMRI menjadi titik paling menonjol dalam pergerakan dana asing di sejumlah saham.
1. BMRI
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi emiten dengan jual bersih asing terbesar. Nilai transaksi bersih yang keluar dari BMRI mencapai Rp 815,47 miliar.
2. TPIA
PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui saham TPIA mencatat jual bersih asing Rp 409,84 miliar. Angka itu menempatkan TPIA sebagai saham kedua yang paling banyak dilepas asing.
3. ASII
ASII membukukan pelepasan bersih asing senilai Rp 284,35 miliar. Saham PT Astra International Tbk berada pada posisi ketiga.
4. TLKM
TLKM mengikuti ASII dengan jual bersih asing sebesar Rp 247,32 miliar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk masuk kelompok empat besar dalam daftar ini.
5. UNTR
UNTR mencatat jual bersih asing Rp 101,78 miliar. Saham PT United Tractors Tbk menjadi satu-satunya saham di paruh bawah lima besar yang nilainya masih melampaui Rp 100 miliar.
6. PGAS
PGAS dilepas investor asing secara bersih sebesar Rp 74,89 miliar. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk berada di urutan keenam.
7. EMAS
EMAS mencatat nilai jual bersih asing Rp 60,33 miliar. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk menempati peringkat ketujuh.
8. MEDC
MEDC membukukan pelepasan bersih asing sebesar Rp 48,85 miliar. Posisi saham PT Medco Energi Internasional Tbk berada di atas CPIN dan HRTA.
9. CPIN
CPIN mencatat jual bersih asing Rp 46,24 miliar. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berada di urutan kesembilan daftar pekanan.
10. HRTA
HRTA mencatat jual bersih asing Rp 45,65 miliar. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk menjadi penutup daftar 10 emiten dengan pelepasan asing terbesar.
Ringkasan Nilai Pelepasan Asing
| No. | Saham | Jual Bersih Asing |
|---|---|---|
| 1 | BMRI | Rp 815,47 miliar |
| 2 | TPIA | Rp 409,84 miliar |
| 3 | ASII | Rp 284,35 miliar |
| 4 | TLKM | Rp 247,32 miliar |
| 5 | UNTR | Rp 101,78 miliar |
| 6 | PGAS | Rp 74,89 miliar |
| 7 | EMAS | Rp 60,33 miliar |
| 8 | MEDC | Rp 48,85 miliar |
| 9 | CPIN | Rp 46,24 miliar |
| 10 | HRTA | Rp 45,65 miliar |
Arus Dana Asing Tidak Seragam
Di luar daftar saham tersebut, investor asing secara kumulatif masih membukukan beli bersih Rp 689 miliar sepanjang pekan. Data ini memperlihatkan adanya perbedaan arah transaksi antara pasar secara keseluruhan dan saham-saham yang paling banyak dilepas.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, arus dana asing di seluruh pasar berbalik menjadi jual bersih Rp 1,03 triliun. Meski demikian, IHSG menguat 100,12 poin atau 1,59 persen menjadi 6.401,89.
IHSG bergerak pada rentang 6.267,41 hingga 6.401,89 dan ditutup di level tertingginya. Nilai transaksi tercatat Rp 12,43 triliun, dengan 354 saham naik, 277 saham turun, serta 332 saham stagnan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia yang dikutip Kompas.com, semua indeks sektoral menguat pada Jumat. Sektor kesehatan memimpin kenaikan 3,09 persen, disusul properti 2,99 persen dan energi 2,66 persen.
Secara mingguan, IHSG masih mencatat penurunan tipis 0,12 persen. Pergerakan tersebut menegaskan bahwa penguatan indeks harian tidak selalu sejalan dengan perubahan transaksi investor asing pada saham tertentu.






