Jarak dari Sumbawa menjadi tantangan paling berat bagi Letda Laut (T) Zul Arsyi selama menjalani pendidikan militer. Pengorbanan itu terbayar ketika putra petani tersebut resmi dilantik sebagai perwira TNI Angkatan Laut.
Zul dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut sebelum menerima amanah sebagai perwira.
Latihan fisik dan pelajaran bukan satu-satunya ujian dalam perjalanan Zul. Ia harus menjalani masa pendidikan jauh dari orang tua dan keluarganya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Pelantikan tersebut menjadikan Zul sebagai perwira TNI AL pertama dari kampung halamannya. Ia berharap keberhasilan itu dapat menjadi kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, melainkan juga tetangga dan kerabatnya.
“Mungkin suatu kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga tetangga maupun saudara-saudara saya di kampung,” kata Zul. Pencapaian itu diraihnya setelah melalui sejumlah kegagalan dalam seleksi masuk TNI.
Jalur Panjang Menuju Pendidikan Perwira
Sebelum diterima di Akademi Angkatan Laut, Zul pernah mengikuti seleksi calon tamtama dan calon bintara. Kedua upaya tersebut belum membawanya lolos ke tahap pendidikan TNI.
| Jalur Seleksi | Status | Makna bagi Zul |
|---|---|---|
| Calon tamtama | Tidak lolos | Upaya awal masuk TNI |
| Calon bintara | Tidak lolos | Gagal untuk kedua kali |
| Akademi Angkatan Laut | Lulus pendidikan | Diangkat sebagai perwira |
Kegagalan pada dua jalur itu tidak membuat Zul mengubah cita-citanya. Ia tetap berusaha sampai akhirnya berhasil masuk pendidikan perwira.
Di Istana Negara, Zul menyampaikan rasa bangga atas hasil perjuangan tersebut. “Saya sendiri merasa sangat bangga, saya tidak menyangka bisa berdiri di sini,” ujarnya.
Ia juga mengenang dua seleksi yang sebelumnya tidak berhasil dilalui. “Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik itu CATAM maupun CABA dan saya tidak lolos,” kata Zul.
Doa Ibu Menjadi Kekuatan
Zul menilai ketekunannya tidak terlepas dari peran kedua orang tuanya. Ia secara khusus menyebut doa ibunya sebagai sumber kekuatan dalam menjalani proses panjang itu.
“Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat,” katanya. Kedua orang tuanya, Muhammad Akhyar dan Silvasari, menyaksikan langsung pelantikan Zul di Jakarta.
Silvasari mengaku tidak menyangka anaknya dapat mencapai posisi sebagai perwira. Ia menyampaikan rasa bangga dan berharap cita-cita Zul terus tercapai.
Muhammad Akhyar yang bekerja sebagai petani berharap anaknya menjalankan pengabdian dengan baik. Ia juga menginginkan Zul menjadi prajurit yang kuat serta dapat membanggakan bangsa dan negara.
Amanat Menjaga Rakyat
Setelah pelantikan, Zul menaruh perhatian pada pesan Presiden Prabowo mengenai peran tentara. Pesan itu disampaikan dalam taklimat pelantikan dan akan dijadikannya pegangan selama bertugas.
“Yang paling mengena di hati saya pesan dari Bapak Prabowo adalah untuk selalu tentara itu menjaga rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Zul. Amanat tersebut menegaskan arah pengabdian yang ingin dijalankannya sebagai perwira TNI AL.
Zul juga memandang penguatan ketahanan pangan dan energi penting bagi visi Indonesia Emas 2045. Dalam keterangan yang dikutip VIVA.co.id, ia menyinggung bahan bakar alternatif B50 sebagai salah satu batu loncatan menuju tujuan tersebut.
Di sisi lain, Akhyar menilai program swasembada pangan membawa dampak baik bagi petani di daerahnya karena harga hasil bumi meningkat. Ia berharap kebijakan yang berpihak kepada petani tetap berlanjut.






