Zona Militer Tertutup di Qusra, Warga Kehilangan Rumah di Tengah Pengepungan

Penetapan zona militer tertutup di Desa Qusra membatasi gerak warga ketika belasan keluarga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka. Sejumlah rumah yang dikosongkan kemudian digunakan sebagai barak tentara Israel.

Situasi tersebut memperlihatkan dampak yang meluas dari operasi di desa yang berada di Tepi Barat diduduki itu. Warga tidak hanya menghadapi pengosongan rumah, tetapi juga kehilangan akses terhadap kediaman yang sebelumnya mereka tempati.

Pengepungan Tiga Rumah

Sebelum pengusiran terjadi, kelompok pemukim Israel mengepung tiga rumah milik keluarga Abu Ridi dan Hassan sejak hari Minggu. Listrik dan air bersih ke rumah-rumah tersebut diputus selama pengepungan berlangsung.

Tindakan itu meningkatkan tekanan terhadap keluarga yang tinggal di sekitar lokasi. Pengosongan rumah berlangsung saat militer Israel berada di area tersebut dalam operasi yang disebut untuk menertibkan kelompok pemukim ilegal Israel.

Kepala Desa Qusra Abdel Azim Wadi mengatakan status zona militer tertutup memengaruhi kehidupan masyarakat desa secara lebih luas. Pembatasan tersebut terjadi bersamaan dengan penggunaan beberapa bangunan warga untuk kebutuhan militer.

Langkah yang Diakui IDF

Militer Israel atau IDF menyatakan telah membongkar dua pos luar ilegal di perbatasan Qusra dan Jalud. IDF juga mengaku menahan seorang warga Israel dan menyita sejumlah peralatan dalam operasi itu.

Juru bicara pemerintah Israel David Mencer menyatakan pemerintah mengutuk pengepungan rumah warga oleh kelompok pemukim. Ia mengatakan penyelidikan tengah dilakukan dan pihak yang bertanggung jawab akan ditangkap serta diadili.

“Tentara Israel bertindak melawan hal itu, kami sedang menyelidikinya, dan kami akan menangkap mereka yang bertanggung jawab serta mengadili mereka,” ujar Mencer. Meski demikian, penanganan terhadap aksi pemukim dinilai kerap lambat dan warga lokal menjadi pihak yang paling terdampak.

Kekerasan di Tepi Barat Terus Meningkat

Duta Besar Amerika Serikat Mike Huckabee mengecam intimidasi terhadap keluarga Abu Ridi dalam unggahan di X. Ia menyebut aksi tersebut bertujuan mengintimidasi dan mengganggu keluarga itu, serta menegaskan tidak ada alasan bagi perilaku premanisme.

Dampak di Tepi BaratCatatan PBBPenjelasan
Warga Palestina tewas76 orangAkibat tindakan pasukan Israel maupun pemukim sepanjang tahun ini
Warga Palestina mengungsiSekitar 3.800 orangAkibat kekerasan pemukim, penggusuran, dan pembongkaran rumah

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat 76 warga Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel maupun pemukim sepanjang tahun ini. Sekitar 3.800 warga Palestina mengungsi karena kekerasan pemukim, penggusuran, dan pembongkaran rumah.

Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat seiring perluasan permukiman yang didukung pemerintah Israel. Seluruh permukiman Israel di wilayah itu berstatus ilegal menurut hukum internasional.

Kasus Qusra menyatukan beberapa bentuk tekanan dalam satu rangkaian, mulai dari pengepungan, pemutusan listrik dan air, hingga pengosongan rumah. Keluarga Abu Ridi, Hassan, serta warga lain yang terdampak kini menghadapi konsekuensi langsung berupa hilangnya tempat tinggal mereka.

Baca Juga