Juara Dunia Bersama Spanyol, Yamal Hanya Cetak Satu Gol dan Dapat Sorotan Lewandowski

Lamine Yamal hanya mencetak satu gol ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, jauh di bawah catatannya bersama Barcelona pada musim sebelumnya. Robert Lewandowski menilai angka itu tidak dapat dipisahkan dari kondisi Yamal yang baru pulih dari cedera hamstring.

Meski statistik individunya terbatas, Yamal tetap menjadi bagian dari perjalanan Spanyol sejak fase grup. Kepercayaan untuk terus bermain menggarisbawahi perannya dalam skuad yang akhirnya meraih gelar dunia kedua mereka.

Spanyol menutup turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Argentina di New York New Jersey Stadium. Ferran Torres menjadi pembeda setelah mencetak gol pada perpanjangan waktu.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian besar bagi Yamal pada usia 19 tahun. Namun, Lewandowski melihat turnamen itu lebih sebagai fase pemain muda tersebut mencari kembali kondisi terbaik daripada ajang yang memperlihatkan puncak kemampuannya.

Perbandingan dengan catatan Yamal di Barcelona memperjelas alasan penilaian tersebut. Pada musim lalu, ia membukukan 24 gol dan 18 assist untuk klubnya.

KompetisiGolAssistKeterangan
Barcelona musim lalu2418Catatan di level klub
Piala Dunia 20261Tidak disebutkanTampil sejak fase grup

Selisih produktivitas itu menjadi salah satu sorotan terhadap penampilannya. Yamal datang ke Piala Dunia setelah sempat menepi cukup lama akibat masalah pada hamstring.

Lewandowski menyebut pemain keturunan Maroko tersebut tidak bermain selama sekitar delapan minggu sebelum turnamen dimulai. Masa tidak bermain itu membuat persiapan Yamal untuk kompetisi internasional tidak berlangsung dalam situasi ideal.

“Dia masih muda, dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan dia tidak bermain selama sekitar delapan minggu. Sulit jika Anda tidak bermain selama delapan minggu dan Anda harus mulai bermain di Piala Dunia, maka Anda tidak punya waktu untuk latihan, hanya dari pertandingan ke pertandingan,” jelas Lewandowski.

Dalam pandangan Lewandowski, pemulihan melalui laga kompetitif membawa tantangan tersendiri. Yamal tidak memiliki ruang untuk membangun ritme secara bertahap lewat latihan dan rangkaian pertandingan yang lebih panjang.

Mantan rekan setim Yamal di Barcelona itu juga menegaskan bahwa versi terbaik sang pemain belum terlihat di Piala Dunia 2026. Ia bahkan menilai performa tertinggi Yamal muncul dua musim lalu, bukan pada musim sebelumnya.

“Jujur saja, tidak, kita belum melihat penampilan terbaiknya di turnamen ini. Penampilan terbaik, Lamine Yamal terbaik menurut saya, tentu saja, bukanlah musim lalu, tetapi dua musim lalu, itulah versi terbaik Lamine Yamal menurut saya,” kata Lewandowski kepada ESPN.

Sport.detik.com melaporkan Yamal selalu tampil sejak pertandingan pertama fase grup hingga Spanyol menjadi juara. Kondisi itu menunjukkan pelatih tetap memberi peran penting kepadanya meski hasil akhir di depan gawang belum maksimal.

Gelar bersama Spanyol tetap menambah catatan penting dalam perjalanan karier Yamal. Namun, cedera dan masa absennya menjadi konteks utama yang membuat kontribusinya di Piala Dunia 2026 berbeda dari produktivitasnya bersama Barcelona.

Baca Juga