Mitsubishi Xforce HEV dan Xpander HEV memakai mesin bensin 1,6 liter MIVEC yang sama, tetapi keduanya tidak menawarkan tingkat efisiensi yang setara. Xforce HEV membawa sistem hybrid generasi lebih baru dengan pengelolaan tenaga yang lebih optimal.
Pembeda paling menonjol terdapat pada mekanisme pemutus motor listrik saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Fitur itu tidak disebut hadir pada Xpander HEV yang masih menggunakan sistem generasi sebelumnya.
Saat kendaraan mempertahankan kecepatan konstan, motor listrik yang tidak diperlukan dapat menimbulkan hambatan putaran. Xforce HEV dirancang untuk memutus peran motor tersebut dalam kondisi tertentu agar kehilangan energi lebih kecil.
Keuntungan Terasa pada Kecepatan Stabil
Mekanisme pemutus motor listrik memberi Xforce HEV keunggulan untuk perjalanan berkecepatan tinggi, termasuk di jalan tol. Sistem ini membantu kendaraan mengelola energi lebih efisien saat mobil tidak membutuhkan peran motor listrik secara penuh.
Peningkatan tersebut tidak mengubah basis mesin kendaraan. Mitsubishi tetap menggunakan perpaduan mesin 1,6 liter MIVEC dengan motor listrik utama sebagai penggerak kedua model.
Baterai lithium-ion dan transmisi hybrid e:Motion Hybrid juga menjadi komponen yang digunakan pada Xforce HEV serta Xpander HEV. Perbedaannya muncul pada penyempurnaan komponen dan strategi penyaluran tenaga.
| Aspek Perbandingan | Mitsubishi Xforce HEV | Mitsubishi Xpander HEV |
|---|---|---|
| Basis mesin | 1,6L MIVEC | 1,6L MIVEC |
| Baterai | Lithium-ion | Lithium-ion |
| Generasi sistem hybrid | Lebih baru | Sebelumnya |
| Transaxle | Efisiensi lebih tinggi | Generasi sebelumnya |
| Pemutus motor listrik | Tersedia | Tidak tersedia |
Transaxle Menjadi Bagian Penting Pembaruan
Selain fitur pemutus motor listrik, Xforce HEV memakai transaxle baru dengan efisiensi lebih tinggi. Transaxle bertugas meneruskan tenaga dari mesin dan motor listrik ke roda.
Desain komponen ini ditujukan untuk mengurangi kehilangan daya sepanjang proses penyaluran tenaga. Dampaknya, respons akselerasi dapat dibuat lebih halus sekaligus mendukung penghematan bahan bakar.
Banjarnegara.pikiran-rakyat.com melaporkan bahwa pengembangan Xforce HEV difokuskan pada efisiensi energi, performa berkendara, serta kelancaran penyaluran tenaga. Pengelolaan putaran motor listrik juga menjadi bagian dari peningkatan sistem tersebut.
Bukan Sekadar Perbedaan Jenis Kendaraan
Xforce HEV dan Xpander HEV memang berada dalam bentuk kendaraan yang berbeda, tetapi perbandingan teknologinya menunjukkan arah pembaruan yang lebih spesifik. Xforce HEV tidak hanya memakai fondasi elektrifikasi serupa, melainkan mengoptimalkan cara energi digunakan pada kondisi berkendara tertentu.
Pengemudi berpotensi merasakan pemanfaatan energi yang lebih baik serta penyaluran tenaga yang lebih teratur. Tingkat kebisingan yang lebih rendah juga menjadi salah satu sasaran dari penyempurnaan sistem penggerak ini.
Dengan demikian, keunggulan Xforce HEV berada pada pembaruan sistem hybrid, bukan pada lonjakan spesifikasi dasar. Transaxle berefisiensi tinggi dan mekanisme pemutus motor listrik menjadi dua elemen yang membedakannya dari Xpander HEV.






