Vietnam melaju ke semifinal Piala ASEAN sebagai juara Grup A dengan koleksi 10 poin. Keberhasilan itu membuat Kim Sang-sik semakin dekat dengan peluang mempertahankan gelar dan menciptakan rekor bagi tim nasional Vietnam.
The Golden Star akan menghadapi Malaysia pada semifinal, sebuah duel yang menentukan arah ambisi mereka musim ini. Kemenangan diperlukan agar Vietnam dapat melanjutkan perjuangan menuju final dan mempertahankan trofi.
Kim Sang-sik berpeluang menjadi pelatih pertama Vietnam yang menjuarai Piala ASEAN dalam dua edisi secara beruntun. Rekor mempertahankan gelar tersebut belum pernah dicapai oleh pelatih Vietnam sebelumnya.
Keunggulan Vietnam di Grup A
Vietnam meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang sepanjang fase penyisihan. Raihan itu menempatkan mereka di atas Singapura, yang juga lolos ke semifinal sebagai tim peringkat kedua grup.
| Tim | Poin | Status di Grup A |
|---|---|---|
| Vietnam | 10 | Juara grup |
| Singapura | 8 | Peringkat kedua |
Kamboja menjadi lawan terakhir yang memastikan Vietnam finis di puncak klasemen. Kemenangan 3-1 di Stadion My Dinh mengunci tiket fase gugur bagi pasukan Kim Sang-sik.
Media Korea Selatan Daum menilai kesempatan Kim Sang-sik memiliki nilai historis bagi Vietnam. Pelatih asal Korea Selatan yang kini berusia 47 tahun itu tinggal menghadapi fase penentu untuk mengubah peluang tersebut menjadi pencapaian nyata.
Bayang-bayang catatan Park Hang-seo
Vietnam pernah merasakan sulitnya mempertahankan gelar setelah keberhasilan pada 2018. Park Hang-seo membawa tim itu menjadi juara, tetapi hasil pada dua edisi berikutnya tidak kembali mencapai puncak.
Pada edisi 2020, Vietnam berhenti di semifinal. Mereka kemudian menembus final pada edisi 2022, tetapi harus puas menyandang status runner-up.
Gelar pada edisi sebelumnya mengakhiri masa sulit Vietnam selama tiga edisi sejak kesuksesan 2018. Karena itu, target mempertahankan gelar memiliki arti lebih besar daripada sekadar menambah koleksi trofi.
Persaingan grup memberi gambaran
Indonesia, Kamboja, dan Timor Leste tidak mampu melanjutkan langkah dari Grup A. Indonesia kembali gagal mencapai semifinal untuk kedua kali secara beruntun.
Vietnam juga memberi Indonesia kekalahan tandang pertama dalam kurun 30 tahun. Hasil tersebut mempertegas bahwa Vietnam memiliki modal kompetitif sebelum memasuki pertandingan yang lebih ketat.
Namun, performa fase grup tidak otomatis menjamin kemenangan saat menghadapi Malaysia. Semifinal akan menjadi momen ketika Kim Sang-sik dan Vietnam harus membuktikan kesiapan mereka dalam mempertahankan gelar Piala ASEAN.
Bila Malaysia dapat dilewati, Vietnam akan membuka jalan menuju final dan peluang menulis sejarah baru. Kim Sang-sik akan melampaui pencapaian para pelatih sebelumnya jika timnya kembali mengangkat trofi pada akhir turnamen.






