Gempa M 7,7 Ganggu Jaringan di Flores, Indosat Kebutan Pemulihan Layanan

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut mengganggu layanan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Perusahaan menyatakan pemulihan jaringan sedang dipercepat, terutama untuk area Flores dan sekitarnya yang terdampak.

Gangguan konektivitas menjadi perhatian penting di tengah penanganan bencana karena warga memerlukan akses komunikasi untuk menghubungi keluarga dan memperoleh informasi. Indosat menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kendala layanan selama proses pemulihan berlangsung.

Koordinasi untuk mempercepat perbaikan

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhonegoro mengatakan penanganan gangguan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya tersebut diarahkan agar layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi secara optimal secepatnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan tersebut dan mengupayakan layanan dapat segera beroperasi secara optimal,” kata Fahd dalam keterangan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Indosat juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta merusak permukiman, infrastruktur, dan fasilitas umum.

Dampak bencana ikut menghambat aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Dalam kondisi seperti ini, ketersediaan jaringan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung komunikasi warga maupun koordinasi penanganan darurat.

Status darurat berlaku 14 hari

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus 2026. Penetapan itu tercantum dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 yang ditetapkan di Kupang pada tanggal yang sama.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut kebijakan tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Status ini juga diharapkan memudahkan akses, koordinasi, dan komunikasi dalam pengerahan sumber daya.

“Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” ujar Melki dalam pernyataannya di Kupang, Minggu, 16 Agustus 2026. Pemerintah provinsi akan bekerja bersama pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, dunia usaha, serta masyarakat.

Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Penanganan diharapkan berlangsung cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Kanal pengaduan pelanggan

Pelanggan yang masih mengalami gangguan dapat menyampaikan laporan melalui kanal resmi sesuai layanan yang digunakan. Indosat menyediakan akses melalui pusat panggilan, WhatsApp, media sosial, surat elektronik, serta gerai untuk pelanggan IM3 dan Tri.

LayananPusat PanggilanKanal Digital dan Layanan Lain
IM3185WhatsApp 0855-1000-185, X @careIM3, care@im3.id, atau Gerai Indosat terdekat
Tri132 dari nomor Tri atau 0896-4400-0123 dari operator lainWhatsApp 0899-9800-123, X @3CareIndonesia, 3care@tri.co.id, atau situs Tri

Indosat menyatakan informasi pemulihan dan kanal pengaduan tetap disediakan di tengah gangguan yang terjadi di sejumlah wilayah NTT. Perbaikan jaringan terus dilakukan agar pelanggan dapat kembali memperoleh layanan secara optimal.

Baca Juga