Universitas Republik Indonesia atau URI disiapkan tidak hanya sebagai kampus teknologi, melainkan juga sebagai tempat pembentukan calon pemimpin bangsa. Model pendidikannya disebut akan mempersiapkan peserta untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa URI akan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan. Sasaran pendidikan itu mencakup pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah.
Prasetyo mencontohkan École nationale d’administration atau ENA di Prancis. Lembaga tersebut kini menjadi Institut National du Service Public dan dikenal mendidik calon pejabat pemerintahan.
Melalui model serupa, URI diharapkan dapat membentuk pemimpin yang memiliki kemampuan teknis serta wawasan kebangsaan. Mandat ini membuat peran kampus tersebut melampaui pendidikan akademik pada bidang teknologi semata.
Teknologi Menjadi Fondasi Utama
Di balik rencana pendidikan kepemimpinan, pemerintah tetap menempatkan STEM sebagai fokus pengembangan utama URI. STEM mencakup sains, teknologi, rekayasa, dan matematika yang dipandang penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto menyebut penguasaan teknologi penting bagi Indonesia. Ia menilai ketersediaan sumber daya alam yang melimpah perlu didukung kemampuan teknologi yang dikuasai sendiri.
“Dengan demikian bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri. Dan sumber daya alamnya kita sudah lengkap, sudah tersedia semua,” ujar Aris.
Pemerintah menautkan pengembangan pendidikan STEM itu dengan agenda Indonesia Emas 2045. URI diproyeksikan berperan dalam menyediakan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan penguasaan teknologi nasional.
| Fokus URI | Rencana Pengembangan | Konteks |
|---|---|---|
| Pendidikan STEM | Sains, teknologi, rekayasa, dan matematika | Penguasaan teknologi dan penguatan SDM |
| Kesehatan dan kedokteran | Program studi terkait kesehatan | Rasio dokter masih di bawah standar ideal |
| Kepemimpinan | Pendidikan calon pejabat strategis | Kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan |
Kedokteran Melengkapi Mandat Kampus
URI juga direncanakan membuka program studi di bidang kesehatan dan kedokteran. Rencana itu berkaitan dengan kondisi rasio dokter Indonesia yang masih belum mencapai standar ideal.
Belum ada rincian mengenai jenis program studi kesehatan yang akan tersedia. Informasi mengenai penerimaan mahasiswa dan mekanisme penyelenggaraan akademik juga belum dipublikasikan.
Penjelasan lanjutan mengenai tahapan URI akan disampaikan oleh Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Doni Ermawan Taufanto. Ia dilantik pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dibahas Bersama Rektor PTN
Arah pengembangan URI turut terkait dengan pembicaraan pemerintah bersama perguruan tinggi negeri mengenai kemajuan teknologi Indonesia. Aris menegaskan kampus tersebut tidak diposisikan sebagai langkah yang berjalan sendiri.
Pembahasan berlangsung dalam Diskusi Kebangsaan Chapter 1 bersama Majelis Rektor PTN Indonesia di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. Forum itu dihadiri 19 rektor kampus negeri untuk membahas tindak lanjut Sarasehan Kebangsaan dan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026.
Diskusi para rektor juga menyoroti langkah untuk memajukan teknologi nasional. Tujuan yang dibicarakan adalah mendorong Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dalam penguasaan teknologi.
Dengan rancangan pendidikan kepemimpinan, STEM, serta kedokteran, URI memiliki cakupan pengembangan yang berlapis. Namun, detail pelaksanaan kampus masih menunggu penjelasan resmi berikutnya.






