Trump Klaim Iran Melemah dan AS Kuasai Selat Hormuz usai Serangan Balasan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah melemah dan Washington kini memiliki kendali atas Selat Hormuz. Klaim itu disampaikan setelah ia menyebut serangan militer terbaru ke Iran dilakukan sebagai balasan atas kematian tiga personel AS.

Trump tidak merinci bentuk kendali Amerika Serikat atas jalur pelayaran strategis tersebut. Ia juga tidak mengungkap lokasi sasaran maupun ukuran kerusakan dari operasi militer yang disebutnya telah dilakukan.

Klaim tentang Selat Hormuz dan Kekuatan Iran

Selat Hormuz disebut Trump dalam konteks penilaiannya terhadap posisi strategis Iran setelah serangan. Menurutnya, Iran tidak lagi berada dalam posisi yang kuat.

Ia turut menilai kemampuan militer Iran telah mengalami pelemahan. Meski demikian, Trump mengakui Iran masih mempunyai persediaan rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Trump mengatakan jumlah persediaan rudal dan drone Iran tidak lagi signifikan. Pernyataan itu menjadi bagian dari argumennya bahwa kekuatan militer Teheran telah berkurang.

Namun, Trump tidak memberikan data atau rincian yang menjelaskan ukuran pelemahan kemampuan militer Iran. Ia juga tidak memaparkan keadaan spesifik di sejumlah lokasi yang menurutnya mengalami kerusakan besar.

Operasi Disebut untuk Membalas Kematian Personel AS

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat tiba di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, pada Minggu. Ia mengaitkan operasi terbaru dengan kematian tiga anggota militer AS di Timur Tengah.

Tiga personel yang tewas disebut Trump sebagai patriot. Ia mengatakan serangan kembali dilakukan pada malam hari sebagai tindakan untuk mereka yang gugur.

“Kami kembali menyerang mereka dengan sangat keras malam ini. Tindakan ini kami lakukan demi tiga patriot hebat yang telah gugur,” kata Trump, seperti dikutip Antara.

Trump mengklaim operasi itu menimbulkan kerusakan besar di sejumlah titik di Iran. Akan tetapi, ia tidak menyebutkan target spesifik yang diserang maupun dampak terukur dari serangan tersebut.

Tekanan Washington atas Program Nuklir

Selain berbicara mengenai serangan dan posisi Iran, Trump kembali menegaskan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia menyatakan Amerika Serikat akan terus bertindak untuk memastikan tuntutan itu tercapai.

Isu nuklir dan operasi militer disampaikan Trump dalam satu rangkaian sikap pemerintahannya terhadap Iran. Ia mengatakan Washington siap bergerak lebih jauh untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya dengan Teheran.

Trump tidak menguraikan bentuk langkah berikutnya yang dapat diambil Amerika Serikat. Ia juga tidak menjelaskan batasan bagi operasi yang sedang atau mungkin akan dilanjutkan.

Medcom.id melaporkan bahwa rincian mengenai lokasi terdampak dan besaran kerusakan serangan terbaru tidak dijelaskan secara terperinci. Informasi yang tersedia terutama berasal dari klaim Trump mengenai pembalasan, tekanan nuklir, serta penilaiannya terhadap kemampuan Iran.

Trump menegaskan Amerika Serikat siap melanjutkan operasi jika dinilai diperlukan. Pernyataan itu menempatkan keamanan personel AS, kemampuan militer Iran, dan larangan senjata nuklir sebagai isu utama dalam sikap Washington.

Baca Juga