Di Tengah Akhir Masa Guterres, Trump Dorong Gianni Infantino ke Kursi PBB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya. Gagasan itu mencuat ketika masa jabatan kedua Antonio Guterres dijadwalkan berakhir pada 31 Desember mendatang.

Nama Gianni Infantino menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai pemimpin FIFA, organisasi sepak bola dunia. Namun, belum ada kepastian bahwa Infantino berminat mengambil peran untuk memimpin PBB.

Laporan New York Post yang dikutip Liputan6.com menyebut Trump menilai Infantino sebagai figur yang dihormati oleh banyak negara. Trump juga disebut melihat kemampuan Infantino dalam menyatukan berbagai bangsa sebagai alasan untuk mendukungnya.

Meski demikian, wacana tersebut belum berkembang menjadi pencalonan resmi. Belum diketahui apakah Trump sudah menyampaikan keinginannya itu secara langsung kepada Infantino.

Posisi PBB Memasuki Masa Transisi

Berakhirnya masa jabatan kedua Antonio Guterres pada 31 Desember akan membuat posisi Sekretaris Jenderal PBB kembali menjadi perhatian internasional. Isu mengenai tokoh yang dapat memimpin organisasi tersebut pun mulai mengemuka.

Dalam situasi itu, nama Infantino muncul bukan dari pernyataan formal PBB maupun pengumuman pencalonan. Informasi mengenai kemungkinan tersebut masih bersumber dari pihak yang dekat dengan pemimpin Amerika Serikat.

Tidak ada pernyataan resmi dari Infantino mengenai kemungkinan dirinya maju atau bersedia memimpin PBB. Karena itu, dorongan Trump tersebut masih berada pada tahap wacana politik.

Kedekatan Trump dan Infantino

Trump dan Infantino terlihat bersama saat final Piala Dunia pada Minggu (19). Keduanya berada di tribun kehormatan Stadion New Jersey, New York, ketika pertandingan berlangsung.

Kemunculan bersama itu menyoroti kedekatan keduanya yang telah terjalin selama persiapan hingga penyelenggaraan turnamen sepak bola tersebut. Momen di final menjadi semakin menonjol setelah muncul kabar bahwa Trump menginginkan Infantino memimpin PBB.

Final Piala Dunia tersebut dimenangi Spanyol usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0. Pertandingan itu mempertemukan Trump dan Infantino di hadapan publik di tengah pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan organisasi internasional tersebut.

Posisi Infantino sebagai Presiden FIFA membuat namanya memiliki pengenalan luas di berbagai negara melalui sepak bola. Namun, kepemimpinan di FIFA dan jabatan Sekretaris Jenderal PBB merupakan dua peran berbeda dengan ruang lingkup serta tanggung jawab yang tidak sama.

Sejauh ini, belum ada pembicaraan formal yang diumumkan terkait peluang Infantino menduduki jabatan Sekretaris Jenderal PBB. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada sikap Infantino dan apakah wacana yang dikaitkan dengan Trump itu berubah menjadi langkah resmi.

Baca Juga