Dari Laboratorium ke Industri, TPS Toyota Dorong Mahasiswa Udayana Tak Bertumpu Asumsi

Mahasiswa Universitas Udayana didorong untuk tidak menyelesaikan masalah dengan bertumpu pada asumsi. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengenalkan Toyota Production System (TPS) melalui pembelajaran yang membawa perhatian langsung ke proses di lapangan.

Pesan utama program ini ialah pentingnya melihat fakta sebelum mencari jalan keluar. Mahasiswa diajak memahami bahwa perbaikan proses membutuhkan pengamatan, rasa ingin tahu, serta keberanian mengidentifikasi persoalan sejak awal.

Penerapan pendekatan itu diperlihatkan dalam kunjungan ke Lean Manufacturing Laboratory Fakultas Teknik Universitas Udayana. Mahasiswa diperkenalkan pada Genba, yakni cara mempelajari masalah dengan mendatangi tempat proses berlangsung.

Genba mengarahkan pengamatan terhadap kondisi proses yang sebenarnya. Dari sana, penyebab persoalan dapat dipahami sebelum solusi disusun berdasarkan fakta yang tersedia.

Langkah Kecil dalam Perbaikan Berkelanjutan

Konsep Genba berkaitan dengan filosofi Kaizen, yang menekankan perbaikan berkelanjutan lewat langkah-langkah kecil. Pendekatan tersebut menempatkan peningkatan proses sebagai kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menilai pengalaman langsung memberi nilai penting dalam proses pendidikan. “Melalui Genba, kami ingin mahasiswa merasakan bahwa pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung,” ujar Nandi.

Ia menyatakan mahasiswa dapat melihat proses apa adanya, memahami penyebab persoalan, kemudian mencari solusi yang didasarkan pada fakta. Pola tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki lingkungan industri.

Pengenalan TPS juga dilakukan melalui kuliah umum oleh Nandi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan TPS bukan hanya sistem produksi, melainkan pola berpikir dan pola kerja.

“TPS bukan sekadar sistem produksi yang lahir dari Toyota. Bagi kami, TPS adalah cara berpikir dan cara bekerja,” kata Nandi dalam keterangannya. Budaya yang dibawa mencakup integritas, sikap visioner, saling menghargai, kepemilikan, inovasi, dan kerja sama.

Masalah Perlu Disampaikan Lebih Awal

Nandi turut menekankan prinsip Bad News First. Prinsip itu mengajarkan keberanian menyampaikan masalah sedini mungkin sehingga tindakan perbaikan dapat disiapkan sebelum persoalan berkembang.

Dalam TPS, setiap orang didorong mencari akar persoalan, bukan hanya meredakan gejala yang tampak. Pengambilan keputusan juga perlu dilandaskan pada kondisi faktual, bukan dugaan.

Universitas Udayana merupakan salah satu dari 10 perguruan tinggi yang mendapat pendampingan TMMIN. Program pendampingan dilakukan dari pengembangan laboratorium TPS sampai penyusunan kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan industri.

TahapanTujuan
Pengembangan laboratoriumMengembangkan laboratorium TPS
Pemahaman manufakturMemberikan pemahaman lean manufacturing
Integrasi pembelajaranMenyusun kurikulum sesuai kebutuhan industri

Selain Udayana, pendampingan mencakup ITS, Undip, UGM, USK, ITB, UNS, Unhas, Universitas Darma Persada, dan UI. Langkah tersebut menunjukkan upaya TMMIN mempertemukan pembelajaran perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

Kompas.com melaporkan materi kelas dan praktik laboratorium dalam kegiatan ini saling melengkapi. Mahasiswa tidak hanya mengenal istilah manufaktur, tetapi juga dilatih mengamati proses dan membangun perbaikan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga