Hawaii Siaga Topan Lala, Drone Pantau Banjir Saat Hutan hingga Pelabuhan Ditutup

Hawaii menggunakan drone untuk memantau banjir, tanah longsor, dan kerusakan jalan ketika Topan Lala melanda wilayah kepulauan itu. Pada saat bersamaan, seluruh hutan dan taman negara bagian ditutup untuk membatasi aktivitas warga di tengah risiko cuaca ekstrem.

Departemen Penegakan Hukum menyiagakan pemantauan udara agar dampak badai di lokasi sulit dijangkau dapat segera diketahui. Data tersebut mendukung operasi penanganan yang dijalankan pemerintah negara bagian dan wilayah.

Kawasan Alam dan Perkemahan Dibatasi

Departemen Sumber Daya Alam membatalkan izin berkemah pada akhir pekan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan. Penutupan kawasan hutan dan taman negara bagian berlaku selama ancaman cuaca buruk masih terjadi.

Perhatian juga diarahkan kepada infrastruktur pengendalian air. Pemilik bendungan di seluruh Hawaii diminta meninjau rencana darurat masing-masing selama Topan Lala berlangsung.

Bendungan Puukapu Watershed Retarding R-1 di Pulau Hawaii telah mengaktifkan status darurat non-kegagalan. Status itu digunakan untuk mengalirkan air dan melindungi permukiman warga di Waimea.

Transportasi Laut dan Udara Dihentikan

Gangguan akibat badai turut menghentikan akses transportasi melalui dua bandara internasional. Bandara Internasional Hilo dan Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona di Keahole ditutup sejak pukul 14.00.

FasilitasStatusRencana Berikutnya
Bandara Internasional HiloDitutup sejak pukul 14.00Direncanakan buka Minggu, 16 Agustus 2026
Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona di KeaholeDitutup sejak pukul 14.00Direncanakan buka Minggu, 16 Agustus 2026
Pelabuhan komersial di Pulau Hawaii dan Maui CountyDitutup totalAktivitas kapal dan terminal dihentikan

Departemen Transportasi Hawaii merencanakan pembukaan kembali kedua bandara pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sementara itu, penutupan pelabuhan komersial di Pulau Hawaii dan Maui County dilakukan atas instruksi Kapten Pelabuhan Penjaga Pantai Amerika Serikat.

Komando Darurat Diaktifkan di Oahu

Pemerintah Hawaii mengerahkan sekitar 180 personel untuk mendukung respons darurat di berbagai wilayah. Komando Staf Gabungan di Oahu diaktifkan selama 24 jam hingga Senin untuk mengatur kesiapan dan pemindahan sumber daya.

UnitPersonelPeran
Garda Nasional HawaiiSekitar 180 personelDukungan operasi darurat
Task Force Hawaii41 anggotaDukungan kendaraan beroda tinggi
Task Force Maui19 prajuritDukungan kendaraan beroda tinggi

Task Force Hawaii dan Task Force Maui dibentuk untuk memperkuat penanganan di tingkat lokal. Kedua satuan itu masing-masing melibatkan 41 anggota dan 19 prajurit.

Gubernur Josh Green menyebut keselamatan masyarakat sebagai prioritas tertinggi pemerintah. Ia meminta warga yang belum berada di tempat aman untuk mencari penampungan darurat atau area pengungsian dengan tetap berhati-hati.

Warga yang sudah berada di lokasi aman diminta tetap berlindung di rumah selama badai. Mereka yang harus berpindah menuju penampungan diminta membawa perlengkapan keluarga dan berhati-hati di perjalanan.

Baca Juga