Tiga Pelabuhan Utama NTT Terdampak Gempa Flores, Pemeriksaan Diperketat 48 Jam

Tiga pelabuhan utama di Nusa Tenggara Timur terdampak gempa magnitudo 7,0 yang mengguncang Kepulauan Flores pada Sabtu (15/8). Otoritas memperketat pemeriksaan selama sedikitnya 24 hingga 48 jam untuk menentukan keamanan fasilitas sebelum dipakai normal.

Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Pelabuhan Labuan Bajo, dan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu menjadi lokasi yang mendapat perhatian utama. Dampak yang ditemukan meliputi dermaga roboh, kerusakan terminal penumpang, dan retakan pada sejumlah struktur.

Rincian Kondisi Tiga Pelabuhan

PelabuhanLokasiKondisi Pascagempa
Laurentius SayMaumereArea pelabuhan diamankan saat KM Bukit Siguntang sandar.
Labuan BajoLabuan BajoTembok dan dermaga mengalami retakan.
Multipurpose Wae KelambuWae KelambuBangunan kantor dan gudang mengalami retakan.

KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga Pelabuhan Laurentius Say ketika gempa terjadi. Petugas segera mengamankan kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terkena dampak.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan keselamatan pengguna jasa menjadi perhatian utama dalam penanganan pascagempa. “Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak,” ujar Masyhud.

Daftar Pemeriksaan di Area Pelabuhan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meminta unit pelaksana teknis di wilayah terdampak meningkatkan monitoring. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap dermaga, trestle, apron, fender, dan bollard.

Petugas juga mengecek terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, serta peralatan bongkar muat. Alur pelayaran dan akses menuju pelabuhan turut masuk dalam daftar pemeriksaan.

Fasilitas yang memperlihatkan retakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural belum boleh digunakan. Status operasional baru dapat dipulihkan setelah pemeriksaan teknis menyatakan struktur dalam kondisi aman.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegas Masyhud. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar langkah pengamanan dan penanganan di masing-masing pelabuhan.

Dampak Tidak Hanya Terjadi di Tiga Lokasi

Pelabuhan Marapokot juga mengalami dampak berupa penurunan elevasi pada causeway dan dermaga. Pagar pembatas di lokasi tersebut dilaporkan runtuh.

Pelabuhan Reo, Ende, dan Waingapu mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Di sisi lain, Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman tanpa kerusakan.

Gempa juga sempat mengganggu perjalanan wisata di kawasan Labuan Bajo sehingga pelayaran dibatalkan sementara. Aktivitas Pelayaran Labuan Bajo kemudian dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas dinyatakan aman digunakan.

Masyarakat pengguna Pelabuhan NTT diimbau tetap tenang dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengawasan pasca-Gempa Flores tetap dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan layanan transportasi laut.

Baca Juga