Tiga Susulan Menyusul Gempa M7,7 Flores, Pesisir Empat Provinsi dalam Pantauan

Tiga gempa susulan terjadi setelah gempa M7,7 mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dini hari WIB. Susulan terkuat mencapai magnitudo 6,1 dan tercatat hingga pukul 22.28 UTC.

Rangkaian guncangan itu berlangsung ketika 22 wilayah pesisir di empat provinsi dipantau terkait potensi tsunami. BMKG memperkirakan gelombang berpotensi tiba dalam rentang pukul 05.02 WIB sampai 06.41 WIB.

Rangkaian Susulan dalam Waktu Singkat

USGS mencatat gempa susulan pertama pada pukul 22.13 UTC dengan magnitudo 5,9. Lima menit kemudian, gempa berkekuatan M5,6 kembali tercatat pada pukul 22.18 UTC.

Susulan berikutnya terjadi pada pukul 22.28 UTC dengan magnitudo 6,1. Data tersebut menempatkan kekuatan tiga susulan pada kisaran M5,6 hingga M6,1.

Waktu UTCMagnitudo
22.13 UTC5,9
22.18 UTC5,6
22.28 UTC6,1

Gempa utama terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 21.58 UTC. Dalam waktu Indonesia barat, peristiwa itu berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB.

USGS mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 68 kilometer sebelah utara-barat daya Ende. Lembaga itu melaporkan kedalaman sumber gempa mencapai 10 kilometer.

EMSC melaporkan kedalaman 35 kilometer untuk gempa yang sama. Kedua lembaga tetap menempatkan pusat guncangan di laut dekat Flores.

Wilayah Pantauan Meluas hingga Sulawesi

Wilayah Nusa Tenggara Timur yang dipantau meliputi Manggarai Utara, Ngada Bagian Utara, Manggarai Barat Bagian Utara, dan Ende Utara. Pulau Ende, Sikka Utara, Pulau Sikka, serta Flores bagian timur laut juga termasuk dalam cakupan pemantauan.

Di Nusa Tenggara Barat, daerah yang diperhatikan mencakup Pulau Sangiang, Pulau Gili, Kota Bima Utara, dan Dompu Utara. Pemodelan juga memasukkan Kota Bau-Bau di Sulawesi Tenggara.

Untuk Sulawesi Selatan, wilayah pantauan terdiri atas Selayar, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, Bone, Wajo, Luwu Timur, Luwu Utara, serta Kota Palopo. Daftar itu berkaitan dengan pemodelan Potensi Tsunami pascagempa di Flores.

Guncangan Dirasakan Jutaan Penduduk

Sekitar 420.000 orang diperkirakan merasakan guncangan kuat dari gempa tersebut. Selain itu, lebih dari 1,1 juta orang diproyeksikan merasakan getaran dengan skala sedang.

USGS menerbitkan peringatan tingkat kuning terkait kemungkinan korban jiwa dan kerugian ekonomi. Perkiraan kerugian ekonomi yang disampaikan berada di bawah 1 persen dari produk domestik bruto Indonesia.

Pemantauan oleh BMKG menjadi penting karena waktu kedatangan gelombang diproyeksikan berbeda pada setiap wilayah. Perhatian terhadap pesisir di empat provinsi berlangsung seiring data gempa utama dan tiga susulan yang telah tercatat.

Baca Juga