Tiga Fasilitas Medis Tutup, Gempa Kolombia Sisakan 224 Korban Tewas

Tiga fasilitas medis di Kota Cali terpaksa ditutup setelah mengalami kerusakan infrastruktur akibat gempa magnitudo 7,4 di Kolombia. Penutupan itu terjadi ketika ratusan warga membutuhkan pertolongan medis setelah bencana.

Sedikitnya 883 orang mencari layanan kesehatan dan dirawat dalam jaringan rumah sakit di Cali. Pada saat bersamaan, jumlah korban tewas akibat gempa telah meningkat menjadi 224 orang.

Kerusakan Menekan Layanan Kesehatan

Sekretaris Kesehatan Kota Cali, German Escobar, menyatakan warga terluka telah ditempatkan di jaringan rumah sakit yang masih tersedia. Ia menyampaikan kondisi tersebut melalui unggahan di platform X.

“Saat ini, 883 orang yang terluka sedang dirawat di jaringan rumah sakit,” kata Escobar. Pernyataan itu menggambarkan tingginya kebutuhan penanganan medis setelah guncangan kuat melanda.

Kerusakan infrastruktur pada tiga fasilitas kesehatan mempersempit kapasitas layanan di Cali. Rumah sakit yang tetap beroperasi menampung warga yang datang untuk memperoleh pertolongan.

KondisiDataKeterangan
Korban meninggal224 orangData otoritas setempat
Warga hilang188 orangBerada di Valle del Cauca
Warga mencari bantuan medis883 orangBerada di Cali
Fasilitas kesehatan ditutup3 fasilitasKerusakan infrastruktur di Cali

Pencarian Masih Berlangsung di Valle del Cauca

Selain persoalan layanan kesehatan, otoritas masih mencari sedikitnya 188 warga yang dilaporkan hilang di Departemen Valle del Cauca. Presiden Abelardo de la Espriella mengonfirmasi jumlah tersebut, sebagaimana dilaporkan BluRadio pada Selasa.

Laporan kehilangan warga menunjukkan dampak gempa belum seluruhnya terpetakan. Otoritas setempat masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi penduduk dan kerusakan di daerah terdampak.

Reuters melaporkan jumlah kematian mencapai 224 orang pada Selasa dengan mengutip otoritas setempat. Angka itu bertambah dari laporan awal yang mencatat 169 orang meninggal dalam bencana tersebut.

Pemerintah Kerahkan Sumber Daya

Gempa mengguncang Kolombia pada Senin pagi, 10 Agustus, dengan pusat guncangan di dekat Kota San Jose del Palmar, Departemen Choco. Getaran dilaporkan terasa di sebagian besar wilayah Kolombia hingga negara-negara tetangga.

Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah gempa terjadi. Status itu digunakan sebagai dasar untuk mengerahkan kebutuhan dan sumber daya ke wilayah yang paling berat terdampak.

Presiden Abelardo de la Espriella menginstruksikan pemerintah serta pimpinan militer setempat memastikan bantuan tersalurkan ke daerah terdampak. Perintah itu diberikan ketika kebutuhan pencarian, layanan medis, dan penanganan kerusakan berlangsung secara bersamaan.

Upaya respons bencana masih berlanjut di tengah bertambahnya laporan korban meninggal dan warga hilang. Pemerintah serta militer setempat diminta memastikan sumber daya yang diperlukan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga