Calon mahasiswa yang memburu beasiswa Binus University perlu memperhatikan perbedaan penekanan Tes Potensi Keberhasilan Studi atau TPKS pada setiap jurusan. Binus University membuka 1.000 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun 2026.
TPKS dipakai untuk melihat potensi peserta menyelesaikan studi pada program yang dipilih. Tes itu mengukur kemampuan abstraksi, verbal, dan logika dengan bobot yang menyesuaikan karakter bidang studi.
| Bidang Studi Pilihan | Aspek yang Lebih Dominan |
|---|---|
| Ilmu komputer dan engineering | Logika |
| Desain | Abstrak |
| Bahasa dan hubungan internasional | Logika verbal |
Penilaian logika memiliki bobot lebih besar bagi calon mahasiswa ilmu komputer dan engineering. Calon mahasiswa desain menghadapi penekanan lebih besar pada kemampuan abstrak.
Kemampuan logika verbal menjadi unsur yang lebih dominan untuk program bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan hubungan internasional. Peserta karena itu perlu menyiapkan latihan sesuai kebutuhan jurusan, bukan menggunakan pola persiapan yang sama untuk seluruh bidang.
Potensi dan Rekam Jejak Sama-sama Diperhatikan
Program beasiswa ini menyasar peserta dengan prestasi akademik maupun nonakademik, kemampuan kepemimpinan, kontribusi sosial, dan kreativitas digital. Kelompok terakhir juga mencakup influencer.
Penilaian tidak hanya bertumpu pada capaian yang telah dimiliki calon mahasiswa. Kampus juga melihat potensi mereka untuk berkembang selama menjalani pendidikan.
| Fokus Beasiswa | Profil Pendaftar |
|---|---|
| Akademik dan nonakademik | Memiliki capaian di bidang akademik atau kegiatan nonakademik |
| Kepemimpinan | Memiliki talenta kepemimpinan |
| Kontribusi sosial | Memiliki rekam kontribusi sosial |
| Kreativitas digital | Memiliki kreativitas digital, termasuk influencer |
Rektor Binus University Dr Nelly, S Kom, M M, CSCA, menyatakan ada ruang untuk menilai potensi lain di luar daftar kategori beasiswa yang tersedia. Dalam pernyataannya di Binus JWC Campus, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026), ia menyebut kampus terus mengevaluasi jenis talenta yang perlu diperhatikan.
Kehadiran kategori influencer menjadi salah satu contoh penyesuaian dalam perkembangan program beasiswa tersebut. Penyesuaian itu menempatkan kreativitas digital sebagai bagian dari talenta yang dapat dipertimbangkan kampus.
Beasiswa Widia dan Pentingnya Dokumen Prestasi
Pendaftar jalur prestasi perlu menyusun portofolio dengan bukti pencapaian yang lengkap. Beasiswa Widia ditujukan bagi juara 1 hingga 3 atau finalis kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Akmal Insan Purwanda, penerima Beasiswa Widia, mengumpulkan sertifikat dari berbagai perlombaan yang pernah diikutinya sejak SMA. Langkah itu digunakan untuk melengkapi portofolio pendaftarannya.
Menurut detik.com, Akmal meraih dua medali emas pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2024. Ia mewakili DKI Jakarta pada nomor renang 50 meter gaya dada putra dan 200 meter gaya ganti putra tingkat SMA.
Mahasiswa Information System di Binus @Kemanggisan itu juga meraih medali perunggu pada Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2026. Medali tersebut disumbangkan bagi DKI Jakarta dalam nomor 200 meter gaya ganti individu putra.
Akmal mulai mempelajari tahapan seleksi di laman Binus Admission sejak kelas 3 SMA. Ia mendaftar sekitar Februari dan memperoleh beasiswa pada Maret.
Jenis beasiswa dan persyaratan setiap jalur dapat diperiksa melalui laman Binus University Scholarship. Kesiapan TPKS, pemilihan program studi, dan kelengkapan dokumen prestasi menjadi bagian yang perlu diselaraskan calon pendaftar.






