TEBE dan YPAS Naik 25 Persen, IHSG Menguat saat 277 Saham Justru Turun

Lonjakan 25 persen pada saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) mewarnai perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Di saat yang sama, IHSG ditutup menguat 1,59 persen ke level 6.401,8.

Namun, penguatan indeks tidak berarti seluruh saham bergerak naik. Sebanyak 277 saham masih ditutup melemah, berbanding dengan 354 saham yang naik dan 332 saham yang bertahan di posisi sebelumnya.

Pergerakan Tajam di Saham Individual

TEBE berakhir di Rp300 setelah naik 25 persen. YPAS juga menguat 25 persen dan ditutup pada harga Rp1.200.

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 24,9 persen menjadi Rp1.605. PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menguat 22,1 persen ke Rp464, sedangkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bertambah 20 persen hingga Rp14.400.

SahamPerubahanHarga Penutupan
TEBENaik 25 persenRp300
YPASNaik 25 persenRp1.200
AGARNaik 24,9 persenRp1.605
STARNaik 22,1 persenRp464
BYANNaik 20 persenRp14.400

Penguatan juga terlihat pada sejumlah anggota LQ45. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 7,01 persen dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menguat 6,46 persen.

Daftar Saham yang Berakhir Melemah

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menjadi salah satu saham yang mengalami tekanan paling besar dengan penurunan 14,8 persen ke Rp390. PT Multitrend Indo Tbk (BABY) menyusul setelah merosot 14,7 persen menjadi Rp232.

PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) turun 9,7 persen ke Rp195. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) melemah 8,7 persen ke Rp166, sementara PT Bach Multi Global Tbk (BACH) terkoreksi 8,6 persen menjadi Rp466.

Indeks Didukung Kenaikan Semua Sektor

Meski pergerakan saham individu beragam, seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia berada di zona hijau. Sektor kesehatan memimpin kenaikan dengan penguatan 3,09 persen.

Sektor properti naik 2,9 persen dan energi menguat 2,6 persen. Infrastruktur bertambah 1,6 persen, sementara barang konsumen non-primer naik 1,17 persen.

SektorKenaikan
Kesehatan3,09 persen
Properti2,9 persen
Energi2,6 persen
Infrastruktur1,6 persen
Barang konsumen non-primer1,17 persen
Barang konsumen primer1,14 persen
Transportasi1,14 persen
Barang baku1,11 persen
Keuangan0,68 persen
Teknologi0,6 persen
Perindustrian0,34 persen

Barang konsumen primer serta transportasi masing-masing naik 1,14 persen, diikuti barang baku yang menguat 1,11 persen. Sektor keuangan naik 0,68 persen, teknologi bertambah 0,6 persen, dan perindustrian menguat 0,34 persen.

Nilai transaksi harian mencapai Rp12,4 triliun. Aktivitas pasar tersebut mencerminkan minat pelaku pasar terhadap sektor kesehatan, properti, dan energi yang menopang indeks.

Perhatian pada RAPBN 2027 dan Data Amerika Serikat

Pilarmas Investindo Sekuritas, yang dikutip Investor Daily, menyatakan investor domestik menaruh perhatian pada arah kebijakan pemerintah terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Kepastian anggaran program makan bergizi gratis serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga dicermati pasar.

Dari Amerika Serikat, PPI final demand bulanan tercatat tidak berubah dari periode sebelumnya. Angka tahunan data tersebut melandai dari 5,5 persen menjadi 4,7 persen.

Perkembangan itu memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed pada September. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas suku bunga utama tetap ditahan tercatat 65,2 persen.

Baca Juga