Pemerintah menggabungkan perbaikan fisik sekolah dengan perluasan fasilitas belajar digital di berbagai daerah. Di tengah target perbaikan 100.000 sekolah pada 2029, setiap sekolah juga diarahkan memiliki empat kelas berlayar pintar interaktif.
Program perbaikan sekolah pada tahun ini mencakup 71.744 sekolah, meningkat dibandingkan 16.167 lokasi pada tahun lalu. Cakupan sasarannya meliputi satuan pendidikan dari sekolah dasar hingga pesantren.
| Periode | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Tahun lalu | 16.167 lokasi | Perbaikan sekolah |
| Tahun ini | 71.744 sekolah | Perbaikan sekolah |
| Target 2029 | 100.000 sekolah | SD hingga pesantren |
Data tersebut menunjukkan peningkatan tajam cakupan pembenahan sekolah pada tahun ini. Digitalisasi pendidikan ditempatkan sebagai agenda yang berjalan bersamaan dengan pembenahan sarana fisik.
Empat Ruang Kelas dengan Fasilitas Digital
Presiden Prabowo Subianto menargetkan setiap sekolah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif. Target itu akan ditempuh dengan menambah tiga perangkat baru setelah satu unit dibagikan pada tahun sebelumnya.
Pengadaan direncanakan berlangsung bertahap agar fasilitas digital dapat menjangkau lebih banyak ruang belajar. Pemerintah tidak hanya menempatkan perangkat di tingkat sekolah, tetapi menargetkan penggunaannya secara langsung di kelas.
“Artinya, setiap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif,” ujar Prabowo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPD dan DPR RI 2026.
Acara itu digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Rencana layar pintar menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran, termasuk untuk sekolah di wilayah pelosok.
Guru Terbaik Disiapkan Mengajar dari Studio
Pemerintah juga menyiapkan studio terpusat untuk mendistribusikan pelajaran secara jarak jauh. Guru-guru terbaik direncanakan menyiarkan materi untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah yang jauh dari pusat pendidikan.
Skema tersebut diharapkan memudahkan akses terhadap materi kurikulum nasional maupun internasional. Layar pintar interaktif diproyeksikan menjadi sarana penerimaan materi pembelajaran di ruang kelas.
Prabowo menyinggung penguatan pengajaran untuk berbagai mata pelajaran, termasuk bahasa asing. “Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk untuk bahasa asing. Mutlak harus kita kuasai,” imbuh Prabowo.
Penyediaan studio dan perangkat digital melengkapi program perbaikan sekolah yang sedang diperluas. Dengan pelaksanaan bertahap, pemerintah menargetkan pemerataan fasilitas belajar sekaligus peningkatan kondisi sarana pendidikan.
Empat kelas dengan layar pintar di setiap sekolah menjadi sasaran fasilitas digital yang diumumkan pemerintah. Program itu berjalan dalam kerangka pembenahan sekolah yang menargetkan cakupan hingga 100.000 satuan pendidikan pada 2029.






