Produksi Padi Ditarget 10,5 Juta Ton, Jateng Perkuat Sawah dengan 7.000 Pompa

Jawa Tengah menargetkan produksi padi sebesar 10,5 juta ton pada 2026 setelah mencatat produktivitas 9,7 juta ton pada 2025. Untuk menjaga target tersebut di tengah ancaman musim kering, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan total 7.000 pompa air.

Pengairan menjadi kebutuhan utama ketika ketersediaan air di sawah berkurang saat kemarau. Bantuan pompa diharapkan membantu petani mempertahankan tanaman dan menjaga peran Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Indikator PanganDataPeriode
Produktivitas padi9,7 juta ton2025
Kontribusi terhadap kebutuhan nasional15,6%2025
Target produksi padi10,5 juta ton2026

Pada 2025, capaian padi Jawa Tengah disebut menyumbang 15,6% terhadap kebutuhan nasional. Pemerintah provinsi menilai peningkatan produksi harus dibarengi dengan perlindungan lahan pertanian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan lahan pertanian harus dipertahankan karena provinsi tersebut menjadi lumbung pangan nasional. Pemprov Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menjaga Lahan Sawah Dilindungi di seluruh kabupaten dan kota.

Bantuan Pompa Bertambah

Total bantuan 7.000 pompa terdiri atas 2.000 unit yang sudah disalurkan dan 5.000 unit tambahan. Kementerian Pertanian menyiapkan tambahan tersebut setelah menerima surat permohonan bantuan dari Ahmad Luthfi.

Bentuk DukunganJumlah/KeteranganManfaat
Pompa awal2.000 unitPengairan pertanian
Pompa tambahan5.000 unitAntisipasi kemarau
Dukungan pelengkapBenih dan alsintanMendukung budidaya

Pemerintah pusat turut menyiapkan irigasi perpompaan, benih padi, benih jagung, traktor, serta alat dan mesin pertanian. Dukungan tersebut menjadi pelengkap bagi petani yang menghadapi risiko berkurangnya pasokan air.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan tambahan bantuan saat menghadiri groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terpadu di Kecamatan Larangan, Brebes, Senin (20/7). Ia menilai Jawa Tengah memiliki posisi penting dalam ketahanan pangan Indonesia.

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” ujar Amran.

Daerah Diminta Siaga Kekeringan

Persiapan pengairan sawah dilakukan ketika sejumlah wilayah Jawa Tengah mulai meningkatkan kesiapsiagaan kekeringan. Surat Edaran Gubernur tertanggal 9 Juni 2026 telah diterbitkan sebagai pedoman menghadapi bencana tersebut.

Data BPBD Jawa Tengah menyebut belasan daerah sudah menetapkan status siaga. Brebes, Demak, dan Sukoharjo termasuk wilayah yang telah mengambil langkah kesiapsiagaan.

Bantuan bagi warga juga terus disalurkan melalui distribusi air bersih. Sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, volume air bersih yang didistribusikan mencapai 3,2 juta liter untuk lebih dari 81 ribu jiwa di 15 kabupaten.

Kolaborasi pemerintah daerah dan program CSR BUMD mendukung penyaluran air bagi warga terdampak. Penanganan kekeringan Jawa Tengah pun mencakup perlindungan kebutuhan air rumah tangga sekaligus keberlanjutan produksi pangan.

Baca Juga