Target Shamrock Rovers untuk meraih kemenangan di Albania berakhir dengan kekalahan telak 1-5 dari KF Egnatia. Hasil leg kedua putaran ketiga kualifikasi Liga Europa itu membuat Rovers tersingkir dengan agregat 4-6.
Manajer Stephen Bradley sebelumnya menegaskan bahwa timnya tidak datang untuk bertahan. Namun, tekanan cepat Egnatia membuat Rovers kehilangan pijakan sejak awal dan gagal mengejar ketertinggalan besar.
Ambisi Rovers dan Realitas di Arena Egnatia
“Kami harus pergi dan memenangkan pertandingan,” kata Bradley sebelum pertandingan leg kedua. Ia menyebut Rovers tidak bisa mendekati laga tersebut dengan cara lain karena kemenangan menjadi tujuan utama timnya.
Bradley juga mengatakan, “Saya pikir kami tidak bisa mendekatinya dengan cara lain. Itulah tujuannya.” Pernyataan itu berbanding terbalik dengan jalannya pertandingan, ketika Egnatia langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya.
Daniel Adjessa membuka keunggulan Egnatia pada menit keempat melalui tembakan dari luar kotak penalti. Alessandro Albanese kemudian menambah gol setelah menerima umpan silang dalam posisi tanpa pengawalan.
Kesalahan komunikasi antara Roberto “Pico” Lopes dan penjaga gawang Ed McGinty memperburuk situasi Rovers pada menit ke-20. Ildi Gruda memanfaatkan momen tersebut untuk membuat Egnatia unggul tiga gol.
| Fase Pertandingan | Peristiwa | Dampak |
|---|---|---|
| Menit ke-4 | Gol Daniel Adjessa | Egnatia membuka keunggulan |
| Menit ke-20 | Gol Ildi Gruda | Rovers tertinggal tiga gol |
| Menit ke-39 | Gol kedua Adjessa | Egnatia unggul 4-0 saat jeda |
| Akhir babak pertama | Kartu merah Edison Ndreca | Egnatia bermain dengan 10 pemain |
| Menit ke-48 | Gol kedua Albanese | Skor menjadi 5-0 |
Egnatia Tetap Tajam Setelah Kehilangan Pemain
Adjessa mencetak gol keduanya pada menit ke-39 dan membawa Egnatia menutup babak pertama dengan skor 4-0. Pada akhir paruh pertama, Edison Ndreca menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Graham Burke.
Egnatia harus bermain dengan 10 pemain setelah Ndreca diusir, tetapi keunggulan mereka tidak terganggu. Albanese mencetak gol keduanya pada menit ke-48 untuk memperlebar jarak menjadi lima gol.
Shamrock Rovers akhirnya mencetak satu gol melalui Graham Burke. Burke memanfaatkan bola muntah setelah tembakan Danny Mandroiu mengenai tiang gawang.
Gol itu hanya menjadi pengurang ketertinggalan karena Egnatia tetap menutup pertandingan dengan kemenangan 5-1. Wakil Albania tersebut berhak melaju ke tahap berikutnya dengan keunggulan agregat 6-4.
Jalur Baru di UEFA Conference League
Kegagalan di kualifikasi Liga Europa tidak sepenuhnya mengakhiri agenda Eropa Shamrock Rovers. Mereka akan menghadapi KuPS, klub asal Finlandia, pada babak play-off UEFA Conference League.
Bradley sebelumnya juga menyoroti kemajuan Jonathan Afolabi yang dinilainya membaik dari satu laga ke laga lain. Sang manajer menyebut Afolabi telah bermain lebih dari 60 menit dalam pertandingan domestik tanpa masalah, masih mempelajari pola tim, dan mulai terlihat sebagai ancaman.
Pertandingan melawan KuPS kini menjadi kesempatan bagi Rovers untuk memberikan respons setelah kekalahan di Albania. Jalur UEFA Conference League akan menentukan apakah mereka tetap dapat melanjutkan musim di kompetisi Eropa.






