Tai Shan yang megah, desa asal Konghucu, dan karya klasik China menjadi bagian dari kenangan Anwar Ibrahim tentang Zhu Rongji. Detail tersebut memperlihatkan hubungan personal yang melampaui pertemuan resmi antara Malaysia dan China.
Anwar menyampaikan penghormatan kepada Zhu setelah mantan Perdana Menteri China itu meninggal dunia pada Rabu dalam usia 97 tahun. Ia mengenang tokoh reformasi ekonomi China tersebut sebagai sahabat baik yang memberi perhatian pada ikatan kedua negara.
Perjalanan yang terus dikenang
Menurut Anwar, Zhu mengatur kunjungan ke sejumlah lokasi yang memiliki arti sejarah dan budaya di China. Rangkaian perjalanan itu menjadi salah satu pengalaman berharga yang diingatnya ketika menyampaikan duka.
“Kenangan saya tentangnya melampaui urusan negara. Zhu yang mengatur agar saya mengunjungi desa asal Konghucu, belum lagi Tai Shan yang megah dan situs bersejarah yang dikaitkan dengan Laksamana Zheng He,” kata Anwar Ibrahim.
Pernyataan itu menegaskan bahwa hubungan kedua tokoh tidak terbatas pada pembicaraan pemerintahan. Zhu juga memperkenalkan Anwar pada jejak budaya dan sejarah China melalui kunjungan-kunjungan tersebut.
Situs yang dikaitkan dengan Laksamana Zheng He memberi konteks tersendiri dalam kenangan itu. Bersama kunjungan ke desa asal Konghucu dan Tai Shan, pengalaman tersebut menampilkan unsur lintas budaya dalam persahabatan keduanya.
Pilihan karya klasik dari Zhu
Kenangan personal lainnya terjadi ketika Zhu berkunjung ke perpustakaan rumah Anwar. Dalam kesempatan itu, ia memberikan beberapa karya klasik China yang dipilihnya sendiri.
“Pada kesempatan lain, saat berkunjung ke perpustakaan rumah saya, dia mengejutkan saya dengan beberapa karya klasik China yang dia pilih sendiri. Saya masih menyimpannya sampai hari ini,” kata Anwar Ibrahim.
Buku-buku tersebut masih disimpan Anwar hingga sekarang. Pemberian itu menjadi penanda kedekatan yang menempatkan hubungan manusiawi sebagai bagian dari warisan diplomasi Zhu.
Di balik hubungan Malaysia-China
Anwar juga menekankan kontribusi Zhu dalam memperkuat hubungan ekonomi Malaysia-China. Fondasi kerja sama yang dibangun bersama Zhu disebut masih menopang hubungan kedua negara hingga kini.
Penghormatan itu menunjukkan bahwa warisan Zhu tidak hanya dikaitkan dengan modernisasi ekonomi China. Bagi Malaysia, pengaruhnya juga terlihat dalam hubungan ekonomi yang terus memiliki relevansi.
Dalam pesan pribadi di media sosial, Anwar menyampaikan penghormatan mendalam atas peran Zhu dalam memperkuat hubungan antarnegara. Ia menempatkan kerja sama ekonomi dan persahabatan pribadi sebagai dua unsur yang tidak terpisahkan dalam kenangannya.
Dikenang pula oleh Singapura
Jejak Zhu di Asia Tenggara juga mendapat pengakuan dari Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Wong menggambarkan Zhu sebagai kawan lama bagi Singapura.
Ia menyoroti dukungan kuat Zhu terhadap proyek kerja sama ekonomi Singapura dan China. Penghormatan dari dua negara tersebut memperlihatkan bahwa warisan Zhu tetap hidup dalam hubungan ekonomi dan diplomatik kawasan.
Bagi Anwar, kenangan mengenai Zhu akhirnya bertumpu pada pengalaman yang sangat personal sekaligus bernilai kenegaraan. Dari perjalanan budaya hingga kerja sama ekonomi, keduanya membentuk gambaran utuh tentang arti persahabatan Malaysia dan China.






