Suzuki Putus Puasa 20 Tahun, Joan Mir Merasa Titel Dunia 2020 Tak Dianggap Penting

Suzuki kembali meraih gelar juara dunia MotoGP setelah penantian lebih dari 20 tahun berkat Joan Mir pada musim 2020. Namun, Mir merasa titel tersebut belum memperoleh pengakuan setimpal dari publik.

Menurutnya, sebagian penilaian terhadap juara dunia tampak bergantung pada pabrikan motor yang digunakan. Mir menyoroti kesan bahwa gelar bersama Honda, Yamaha, atau Ducati lebih mudah dianggap bernilai besar.

Gelar yang Dianggap Berbeda

“Aku tidak tahu apakah orang-orang berpikir bahwa aku balapan sendirian di tahun itu, atau apakah jika Anda tidak juara dengan motor Honda, Yamaha, atau Ducati, maka Anda tidak dianggap penting,” kata Joan Mir kepada Moto.it. Ia menyampaikan kalimat itu saat membicarakan penghargaan terhadap prestasinya di kelas utama.

Mir tetap memandang keberhasilan bersama Suzuki sebagai pencapaian luar biasa. Hingga saat ini, ia merupakan satu-satunya juara dunia MotoGP era modern yang tidak membela Honda, Yamaha, atau Ducati ketika merebut titel.

Pilihan membela Suzuki juga berkaitan dengan keinginannya menghadapi tantangan yang tidak mudah. Pabrikan itu telah lama tidak mencicipi gelar juara dunia sebelum Mir bergabung.

“Saat aku bergabung dengan Suzuki, aku menyukai tantangan juara dengan Suzuki, yang tidak memenangi titel juara dunia selama lebih dari 20 tahun,” ujar Mir. Ia menegaskan keinginannya melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun.

Musim Singkat, Perolehan Poin Tetap Menentukan

MotoGP 2020 berlangsung di tengah pandemi COVID-19 dengan kalender yang dipangkas menjadi 14 putaran. Situasi tersebut membuat kompetisi berbeda dari musim normal, tetapi perhitungan gelar tetap didasarkan pada poin sepanjang seri.

Mir menyelesaikan musim dengan 171 poin dan memastikan Juara MotoGP 2020. Franco Morbidelli menjadi pesaing terdekatnya dengan 158 poin, sementara Alex Rins mengakhiri musim di posisi ketiga.

PosisiPembalapPoin
1Joan Mir171
2Franco Morbidelli158
3Alex Rins139

Satu kemenangan Mir hadir pada GP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo. Enam podium yang ia raih sepanjang musim menjadi penopang penting dalam menjaga keunggulan poin.

Marc Marquez tidak tampil dalam waktu lama setelah mengalami cedera patah tulang pada seri pembuka. Meski demikian, Mir tetap menutup seluruh putaran yang dijadwalkan sebagai pembalap dengan koleksi poin tertinggi.

Perjalanan yang Tidak Lagi Mudah

Setelah menjadi juara dunia, hasil Mir bersama Suzuki berubah-ubah. Ia finis ketiga pada 2021, kemudian merosot ke peringkat ke-15 pada musim 2022.

Mir lalu pindah ke Honda pada 2023 dan mengakhiri musim pertamanya di urutan ke-22. Pada 2024 ia berada di posisi ke-21, sebelum membaik menjadi ke-15 pada musim lalu.

MusimTimPosisi Akhir
2021Suzuki3
2022Suzuki15
2023Honda22
2024Honda21
Musim laluHonda15

Pada kompetisi musim ini, pembalap Spanyol tersebut masih berada di posisi ke-18 klasemen sementara. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dari Aprilia kini berpeluang menyamai jejak Mir pada MotoGP 2026.

Apabila itu terjadi, gelar 2020 tetap tidak kehilangan konteksnya. Mir dan Suzuki pernah mematahkan dominasi pabrikan besar lewat satu musim yang ditandai konsistensi hasil.

Baca Juga