Sumatra Raih 17% Portofolio Samir, Ekspansi Pembiayaan Mulai Menyebar

Sumatra kini menyumbang sekitar 17% dari portofolio penyaluran pembiayaan Samir. Angka itu menjadi penanda menguatnya ekspansi perusahaan di luar Jawa, yang selama ini masih menjadi basis terbesar penyaluran.

Porsi Jawa berada di sekitar 69%, namun mulai menurun seiring kenaikan pembiayaan di wilayah lain. Sulawesi dan Kalimantan mencatat pertumbuhan yang cukup merata, sementara Bali dan Nusa Tenggara serta Papua juga mengalami peningkatan penyaluran.

Di Maluku, porsi penyaluran pembiayaan Samir telah menembus angka 1%. Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak lagi hanya bertumpu pada satu kawasan utama.

Penyaluran Tumbuh Lebih Cepat

Di tengah perubahan peta wilayah itu, PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir membukukan penyaluran pembiayaan Rp2,3 triliun sepanjang semester I/2026. Nilai tersebut melonjak 84% secara tahunan.

Jumlah peminjam Samir turut naik 13% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan jumlah peminjam itu terjadi bersamaan dengan akselerasi nilai pembiayaan yang disalurkan perusahaan.

IndikatorCapaianPeriode atau Pembanding
Penyaluran pembiayaanRp2,3 triliunSemester I/2026
Pertumbuhan pembiayaan84%Secara tahunan
Pertumbuhan peminjam13%Periode sama 2025
Porsi Sumatra17%Portofolio penyaluran
Porsi Jawa69%Portofolio penyaluran

Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan perusahaan membidik percepatan pertumbuhan melalui kolaborasi dengan lintas lembaga keuangan. Sasaran lainnya adalah memperluas pembiayaan di luar Jawa dan meningkatkan penyaluran kepada sektor produktif.

Dalam keterangan tertulis pada Rabu, 22 Juli 2026, Handy menegaskan pertumbuhan harus disertai penguatan tata kelola perusahaan. Samir juga menempatkan kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin sebagai bagian dari arah bisnisnya.

“Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” kata Handy.

Penyaluran ke sektor produktif dikaitkan Samir dengan dukungan terhadap keberlangsungan usaha. Perusahaan juga memandang langkah itu sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan ekonomi UMKM.

Bank Menjadi Bagian Pendanaan

Samir saat ini memperoleh pendanaan dari 11 pemberi dana institusional. Tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA), dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

Pemberi Dana InstitusionalSektorKeterangan
PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)PerbankanMendukung pendanaan Samir
PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)PerbankanMendukung pendanaan Samir
PT Bank Sahabat SampoernaPerbankanMendukung pendanaan Samir

Menurut Handy, kehadiran tiga bank itu menunjukkan kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur serta mitigasi risiko Samir. Perusahaan melihat dukungan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendanaannya.

Samir membuka peluang kolaborasi dengan bank lain dan layanan keuangan formal melalui skema channeling. Skema tersebut ditujukan untuk membentuk pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan tumbuh berkelanjutan.

Perusahaan juga sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank untuk menjadi pemberi dana institusional. Proses itu disebut tetap mengedepankan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan perlindungan konsumen.

Baca Juga