Sulawesi, Maluku dan Papua Masih Hadapi Kesenjangan Listrik Menuju 2029

Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua menjadi perhatian dalam agenda pemerataan listrik nasional. Di kawasan tersebut, masih terdapat banyak desa dan dusun yang belum menikmati akses kelistrikan.

Secara nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut sekitar 11 ribu desa belum teraliri listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia telah berlistrik pada 2029.

Besarnya jumlah wilayah yang belum terjangkau memperlihatkan bahwa kebutuhan pembangunan tidak hanya berada di satu daerah. Perluasan jaringan listrik harus menjawab tantangan akses infrastruktur ke lokasi yang selama ini belum dilayani.

Lebih dari 10 Ribu Desa dan Dusun Belum Terlayani

Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR pada Juni, Bahlil sebelumnya menyampaikan lebih dari 10 ribu desa dan dusun masih belum memiliki akses listrik. Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan kelistrikan desa sebagai pekerjaan jangka menengah yang masih besar.

Jumlah sekitar 11 ribu desa yang belum berlistrik menjadi gambaran kesenjangan layanan energi di berbagai wilayah. Pemerintah perlu melanjutkan pembangunan infrastruktur agar target pada 2029 dapat dicapai.

Fokus ElektrifikasiDataPerkembangan
Desa yang belum berlistrikSekitar 11 ribu desaMasih menjadi sasaran pembangunan
Desa tersambung pada 2025Lebih dari 1.400 desaPekerjaan telah selesai
Sasaran nasionalSeluruh desa dan dusun pada 2029Menunggu kelanjutan program

Pekerjaan 2025 Telah Selesai

Di tengah kebutuhan yang masih besar, pemerintah telah menuntaskan penyambungan listrik di lebih dari 1.400 desa melalui Program Listrik Desa 2025. Desa-desa tersebut direncanakan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengatakan pemerintah tidak lagi membahas anggaran untuk proyek 2025 karena seluruh pekerjaan telah rampung. Fokus yang tersisa adalah pelaksanaan peresmian dan kesiapan tahap lanjutan.

“Kita tahu bahwa dari total desa yang belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11 ribu. Di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 (desa) lebih,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Ia menilai penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari langkah mempercepat pemerataan akses listrik. Meski demikian, capaian 2025 masih perlu diikuti pembangunan jaringan ke ribuan desa lainnya.

Dukungan Anggaran untuk Tahap Berikutnya

Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan program pada 2026 dan 2027. Bahlil menegaskan tidak ada persoalan anggaran dalam pelaksanaan proyek 2025 yang segera memasuki tahap peresmian.

CNN Indonesia melaporkan Kementerian ESDM mengusulkan anggaran sekitar Rp9,75 triliun pada 2027. Dana itu direncanakan untuk pengembangan infrastruktur listrik desa di wilayah yang belum terjangkau layanan.

Usulan tersebut menunjukkan kebutuhan investasi yang diperlukan untuk memperluas jaringan secara bertahap. Pembangunan infrastruktur menjadi unsur penting agar desa-desa terpencil dapat memperoleh layanan listrik.

Pencapaian desa berlistrik pada 2029 akan bergantung pada kesinambungan program setelah tahap 2025. Peresmian lebih dari 1.400 desa menjadi penanda kemajuan, sementara ribuan desa lain masih menunggu sambungan listrik.

Baca Juga