SpaceX menargetkan konstelasi Starlink hingga 100.000 satelit, hampir sepuluh kali lipat dari jumlah wahana aktif saat ini. Target tersebut menunjukkan ekspansi jaringan di orbit rendah Bumi masih jauh dari selesai.
Starlink kini telah memiliki lebih dari 10.900 satelit aktif. Jumlah itu menjadikannya konstelasi satelit terbesar yang pernah dibangun.
Lonjakan skala yang dibidik SpaceX akan mengandalkan satelit generasi Starlink V3. Generasi ini dirancang dengan kapasitas uplink dan downlink lebih besar dibandingkan pendahulunya.
Kemampuan komunikasi yang lebih tinggi menjadi dasar penting bagi perluasan jaringan secara besar-besaran. Namun, sumber informasi yang tersedia tidak merinci jadwal pencapaian target 100.000 satelit tersebut.
Peluncuran Falcon 9 Mendominasi Agenda SpaceX
Intensitas peluncuran memperlihatkan posisi Starlink sebagai salah satu agenda utama SpaceX. Sepanjang 2026, Falcon 9 telah menjalankan 93 misi dan 72 di antaranya ditujukan untuk membangun jaringan Starlink.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Satelit Starlink aktif | Lebih dari 10.900 unit |
| Target konstelasi SpaceX | 100.000 satelit |
| Misi Falcon 9 pada 2026 | 93 misi |
| Misi Falcon 9 untuk Starlink | 72 misi |
Dominasi misi Starlink dalam jadwal Falcon 9 menegaskan besarnya kebutuhan peluncuran untuk memperluas konstelasi. Pola tersebut juga ditopang oleh penggunaan kembali tahap pertama roket.
Salah satu peluncuran terbaru mengangkut 29 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. Misi itu diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 11.58 waktu setempat.
29 Satelit Dilepas Setelah Roket Lepas Landas
Tahap atas Falcon 9 melanjutkan perjalanan untuk membawa 29 satelit menuju Low Earth Orbit atau LEO. Satelit-satelit itu dijadwalkan dilepas sekitar 64 menit setelah lepas landas apabila seluruh tahapan misi berjalan sesuai rencana.
Tahap pertama yang digunakan berkode B1085. Sekitar 8,5 menit setelah peluncuran, booster tersebut mendarat di kapal drone A Shortfall of Gravitas di Samudra Atlantik.
B1085 telah dipakai dalam beberapa misi yang berbeda sebelum penerbangan Starlink ini. Booster itu sebelumnya membawa Crew-9 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Fram 2 yang mengitari wilayah kutub Bumi.
Penggunaan ulang booster memungkinkan SpaceX mempertahankan ritme peluncuran yang berulang. Pada saat yang sama, setiap misi menambah jumlah wahana yang ditempatkan di orbit rendah Bumi.
Data dari Jonathan McDowell
Jumlah lebih dari 10.900 satelit aktif Starlink disampaikan oleh astrofisikawan Jonathan McDowell. Data itu memperlihatkan bahwa jaringan yang sudah sangat besar ini masih menjadi fondasi bagi rencana ekspansi yang lebih luas.
Pengembangan Starlink tidak diposisikan hanya untuk layanan internet satelit. Elon Musk juga pernah mengungkapkan rencana peluncuran 1 juta satelit pusat data AI ke orbit Bumi.
Rencana tersebut menempatkan aktivitas peluncuran satelit sebagai bagian penting dari agenda jangka panjang SpaceX. Sementara itu, konstelasi Starlink terus bertambah melalui misi Falcon 9 yang berlangsung berulang kali.






