Spektrum Baru XLSMART Bisa Mengubah Sinyal di Pelosok dan Kota Padat

Pengalaman internet di daerah terpencil dan kawasan kota yang padat berpotensi menjadi sasaran perbaikan baru setelah XLSMART memenangkan seleksi penggunaan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026. Dua pita tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang berbeda, mulai dari jangkauan sinyal hingga kepadatan trafik data.

Bagi pengguna, keberhasilan rencana ini nantinya tidak cukup diukur dari indikator sinyal pada ponsel. Kualitas koneksi perlu tetap andal saat dipakai belajar, bekerja, menjalankan usaha, maupun mengakses layanan publik.

Presiden Direktur dan CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan alokasi frekuensi baru akan diterjemahkan menjadi pembangunan jaringan. Perusahaan juga berkomitmen memenuhi kewajiban pembangunan yang telah ditetapkan dalam proses seleksi secara tepat waktu.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSmart. Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik,” kata Rajeev Sethi dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Dua Pita dengan Peran Berbeda

Pita 700 MHz diproyeksikan menjadi tumpuan perluasan cakupan karena memiliki karakter gelombang yang dapat menjangkau lebih jauh. Frekuensi rendah ini juga dikenal lebih baik dalam menembus hambatan bangunan.

Karakter tersebut membuat pembangunan jaringan untuk wilayah rural dan area dengan geografis menantang dapat dilakukan lebih efisien dari sisi kebutuhan menara. Pita ini juga relevan untuk menangani titik buta sinyal di wilayah yang belum terjangkau dengan baik.

Pita FrekuensiKarakter UtamaFokus Pemanfaatan
700 MHzJangkauan luas dan penetrasi bangunan lebih baikPerluasan cakupan, termasuk wilayah rural
2,6 GHzLebar pita besar untuk trafik data tinggiKapasitas 5G di kawasan perkotaan

Sebaliknya, pita 2,6 GHz disiapkan untuk menghadapi kebutuhan data yang terus meningkat di area berpenduduk padat. Lebar pita yang besar memungkinkan frekuensi ini menopang transmisi data bervolume tinggi serta layanan dengan latensi rendah.

Pemanfaatan 2,6 GHz diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan trafik di kawasan urban. Tambahan kapasitas tersebut juga disebut menjadi fondasi bagi pengembangan layanan 5G yang lebih matang.

Integrasi Jaringan Pascamerger

Kemenangan seleksi frekuensi menjadi momentum penting bagi XLSMART, perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren. Ketersediaan spektrum baru membuka ruang untuk mempercepat integrasi jaringan dari kedua entitas tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk sebagai pemenang seleksi pengguna kedua pita frekuensi itu. Dengan aset frekuensi tambahan, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk mengatur trafik jaringan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Menurut Suara.com, alokasi spektrum bukan sekadar penambahan aset bagi operator. Langkah ini berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan menyeimbangkan kebutuhan cakupan luas dan kapasitas data besar dalam satu strategi jaringan.

Peluang bagi Layanan Digital Daerah

Pemerataan akses 4G dan 5G melalui pemanfaatan dua frekuensi tersebut diproyeksikan dapat mendukung ekonomi digital yang lebih inklusif. UMKM di daerah terpencil berpeluang memiliki landasan konektivitas yang lebih baik untuk menjangkau pasar lebih luas.

Tambahan kapasitas pada 2,6 GHz juga diarahkan untuk mendukung ekosistem Internet of Things, kota cerdas, dan otomatisasi industri. Sementara itu, perluasan sinyal melalui 700 MHz menjadi penting agar manfaat konektivitas tidak hanya terkonsentrasi di kota besar.

Pelaksanaan pembangunan jaringan setelah alokasi frekuensi diberikan akan menentukan dampak nyata bagi masyarakat. Targetnya adalah internet yang lebih cepat, stabil, dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia.

Baca Juga