Honda CBR250RR mencatat tenaga hingga 41,5 hp pada 13.000 rpm untuk varian tertinggi, sementara Suzuki GSX250R-F menghasilkan 28,8 hp pada 9.500 rpm. Keunggulan tenaga itu membuat CBR250RR lebih dekat dengan karakter supersport daripada rivalnya yang mengusung pendekatan sport-touring.
Meski berada di kelas kapasitas mesin yang hampir sama, keduanya menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda. CBR250RR menyasar pengendara yang memburu performa, sedangkan GSX250R-F memberi perhatian pada kenyamanan dan kemudahan penggunaan.
Angka Performa Menunjukkan Perbedaan Arah
| Data | Honda CBR250RR | Suzuki GSX250R-F |
|---|---|---|
| Kapasitas mesin | 249,7cc | 248cc |
| Tenaga maksimum | 41,5 hp pada 13.000 rpm | 28,8 hp pada 9.500 rpm |
| Torsi maksimum | 25 Nm pada 11.000 rpm | 23,6 Nm pada 5.500 rpm |
| Bobot | 166-168 kg | 178 kg |
CBR250RR memakai mesin dua silinder segaris 249,7cc DOHC, 8-katup, dengan pendingin cairan. Torsi 25 Nm pada 11.000 rpm menunjukkan mesin ini dirancang untuk bekerja optimal ketika putaran tinggi.
Ridertua.com menyebut CBR250RR sebagai salah satu motor dua silinder 250cc yang memiliki tenaga paling besar di kelasnya. Karakter tersebut mendukung akselerasi cepat dan respons yang lebih agresif saat jalan terbuka.
Rangkaian Komponen untuk Pengendalian Sporty
Suspensi depan Showa SFF-BP upside-down menjadi salah satu pembeda utama CBR250RR. Suspensi belakang Pro-Link monoshock melengkapi paket pengendalian yang diarahkan untuk respons kemudi lebih presisi.
Motor ini memakai ergonomi yang lebih menunduk dan memiliki bobot 166 hingga 168 kg. Kombinasi itu mendukung identitas CBR250RR sebagai motor yang siap menghadapi ritme berkendara lebih agresif.
CBR250RR juga menggunakan ride-by-wire dan menyediakan tiga mode berkendara. Honda Selectable Torque Control, assist & slipper clutch, ABS dual-channel, serta quickshifter pada varian tertentu melengkapi sektor elektroniknya.
Suzuki Memilih Kenyamanan sebagai Nilai Utama
GSX250R-F mengandalkan mesin dua silinder segaris 248cc, 8-katup, pendingin cairan, dan teknologi VVL. Torsi 23,6 Nm pada 5.500 rpm memberi karakter penyaluran tenaga yang lebih halus dan linear pada putaran bawah.
Keunggulan torsi yang hadir lebih awal membuat GSX250R-F relevan untuk penggunaan harian dan perjalanan yang tidak selalu membutuhkan putaran mesin tinggi. Pendekatan ini berbeda dari CBR250RR yang mengutamakan performa saat mesin dipacu lebih jauh.
Posisi setang GSX250R-F lebih tinggi, joknya lebih tebal, dan wheelbase-nya lebih panjang. Suzuki menggunakan konfigurasi tersebut untuk menghadirkan stabilitas serta kenyamanan ketika motor dipakai dalam perjalanan lebih lama.
Bobot 178 kg membuat GSX250R-F lebih berat daripada CBR250RR. Namun, bobot tersebut sejalan dengan orientasi Suzuki yang tidak berfokus mengejar sensasi ringan ala motor trek.
Fitur Praktis dan Kapasitas Tangki Setara
GSX250R-F dibekali lampu full LED, instrumen TFT, koneksi ponsel iHJ, TPMS, dan USB Type-C. Motor ini juga membawa ABS dual-channel Bosch serta FCC slipper clutch untuk mendukung penggunaan yang lebih praktis.
Kedua model sama-sama memiliki tangki 14,5 liter, velg 17 inci, dan ban belakang berukuran 140/70. Ban depan GSX250R-F berukuran 110/80, sedangkan Honda CBR250RR memakai ban depan 110/70.
Pilihan di antara keduanya bergantung pada prioritas pengendara saat membeli motor sport 250cc. CBR250RR menawarkan tenaga dan perangkat pengendalian untuk ritme supersport, sementara GSX250R-F membawa ergonomi serta karakter mesin yang lebih ramah untuk perjalanan.






