Pemerintah Spanyol akan membangun jaringan perlindungan baru bagi warga yang menghadapi suhu ekstrem. Langkah ini diambil setelah lebih dari 3.800 orang dilaporkan meninggal akibat panas sejak awal 2026.
Program itu diberi nama Climate Shelters Network dan memperoleh pendanaan sebesar 10 juta euro. Fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat aman ketika suhu mencapai tingkat yang membahayakan masyarakat.
Fasilitas Baru Termasuk di Institusi Pendidikan
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyampaikan bahwa sebagian shelter akan dibangun di sejumlah institusi pendidikan. Strategi tersebut ditujukan untuk memperluas ketersediaan ruang perlindungan saat cuaca ekstrem terjadi.
Menurut Sanchez, panas telah menjadi ancaman langsung yang menelan banyak korban jiwa. Dalam pengumumannya pada Selasa, 28 Juli 2026, ia menyatakan, “Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa.”
Dukungan senilai 10 juta euro telah disetujui pemerintah untuk mendanai fasilitas baru itu. Climate Shelters Network diposisikan sebagai bagian dari proyek perlindungan yang lebih komprehensif dari suhu ekstrem.
Kebutuhan ruang aman semakin menonjol karena risiko panas muncul beriringan dengan kebakaran hutan. Kondisi tersebut membuat sebagian warga menghadapi ancaman kesehatan sekaligus gangguan terhadap tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari.
Kebakaran Memperluas Dampak Krisis
Spanyol tercatat mengalami 32 kebakaran hutan hebat sejak awal 2026. Total lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 153 ribu hektar.
Di Provinsi Avila, kebakaran dilaporkan menghanguskan sekitar 50 ribu hektar lahan. La Sexta menyebut peristiwa tersebut sebagai bencana kebakaran terbesar dalam sejarah Spanyol.
| Wilayah | Kondisi | Dampak |
|---|---|---|
| Avila, Madrid, dan Toledo | Status darurat nasional terkait kebakaran | Sekitar 90 ribu warga dievakuasi atau diminta tetap di rumah |
| Castellon | Evakuasi di tengah situasi darurat | Sekitar 16 ribu warga dievakuasi |
Status darurat nasional sebelumnya ditetapkan di Madrid, Avila, dan Toledo. Sekitar 90 ribu orang di tiga wilayah itu telah dievakuasi atau diminta untuk tetap berada di rumah.
Castellon juga menghadapi dampak serius dengan sekitar 16 ribu warga dievakuasi. Data ini menunjukkan luasnya gangguan yang dihadapi masyarakat saat api meluas di tengah suhu tinggi.
Catatan Korban Panas Selama Satu Dekade
Pada awal Juni, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan lebih dari 27 ribu kematian akibat suhu tinggi ekstrem sepanjang 2015 hingga 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman panas telah menjadi persoalan yang berlangsung lama.
Korban lebih dari 3.800 jiwa sejak awal 2026 menambah urgensi bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan warga. Pembangunan shelter menjadi salah satu respons yang disiapkan untuk menghadapi periode suhu berbahaya berikutnya.
Jaringan perlindungan ini diharapkan memberi akses lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan tempat aman saat panas meningkat. Di tengah kebakaran yang meluas, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Spanyol memperkuat kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.






