Solar untuk Alat Berat Disiapkan, Akses Trans-Flores Dipulihkan usai Gempa M 7,7

Pertamina menyiapkan solar untuk alat berat yang menangani longsor di ruas Trans-Flores Ende-Bajawa setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores. Pasokan ini diarahkan untuk membantu pemulihan akses jalan yang dibutuhkan bagi pergerakan bantuan dan penanganan bencana.

Konektivitas darat menjadi kebutuhan mendesak ketika warga terdampak memerlukan bantuan dasar dan layanan darurat. Pembukaan jalur Trans-Flores diharapkan memperlancar aktivitas pemulihan di sejumlah wilayah.

Energi disiapkan untuk pemulihan jalan dan warga

Solar bagi alat berat merupakan satu bagian dari respons Pertamina Group terhadap dampak gempa. Perusahaan juga menjaga ketersediaan BBM, LPG, serta avtur di wilayah terdampak.

Setiap layanan dipulihkan secara bertahap dengan keselamatan sebagai pertimbangan utama. Pertamina melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi energi dan bantuan tetap dapat berjalan.

KebutuhanDukungan yang disiapkanLokasi
Pemulihan konektivitasSolar untuk alat beratTrans-Flores Ende-Bajawa
Kebutuhan energi wargaBBM, LPG, dan pemulihan SPBUFlores
Mobilisasi tanggap daruratPrioritas pasokan avturBandara Labuan Bajo dan Maumere

Ruas Ende-Bajawa menjadi perhatian karena longsor perlu ditangani agar akses jalan kembali pulih. Jalur yang terbuka akan mendukung pengiriman bantuan serta aktivitas penanganan dampak gempa.

Di sisi lain, Pertamina menindaklanjuti laporan kelangkaan BBM di Nagekeo. Penguatan penanganan dilakukan melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Pasokan rumah tangga dan penerbangan tetap dijaga

Pertamina memastikan LPG untuk rumah tangga dan BBM tetap tersedia bagi masyarakat terdampak. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut sebagian besar SPBU di Flores sudah kembali beroperasi.

Layanan energi lain juga terus dipulihkan dengan mengutamakan faktor keselamatan. Ketersediaan BBM dibutuhkan tidak hanya oleh warga, tetapi juga oleh layanan yang bekerja dalam masa tanggap darurat.

Untuk jalur udara, avtur di Bandara Labuan Bajo dan Maumere menjadi prioritas. Kedua fasilitas itu diperlukan untuk mendukung mobilisasi bantuan dan operasional posko tanggap darurat.

Penjagaan pasokan avtur dilakukan bersamaan dengan upaya memulihkan layanan distribusi di darat. Dengan demikian, dukungan energi dapat menjangkau kebutuhan warga maupun kegiatan penanganan bencana.

Bantuan disesuaikan dengan kondisi lapangan

Pertamina juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Pertamina Peduli sejak hari-hari awal pascagempa. Bantuan itu mencakup kebutuhan dasar, layanan kesehatan, kebersihan, sanitasi, dan energi darurat.

Menurut CNN Indonesia, hingga hari kedua pascagempa bantuan yang disalurkan meliputi tenda, obat-obatan, dan sembako. Bentuk dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri datang ke wilayah terdampak untuk melihat kondisi warga dan menyerahkan bantuan. Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Fuel Terminal Reo, NTT.

Simon menyampaikan duka cita kepada keluarga korban jiwa dan seluruh masyarakat terdampak. “Atas nama keluarga besar Pertamina, saya menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa serta keprihatinan kepada seluruh masyarakat terdampak,” kata Simon.

Pertamina menyatakan pendampingan terhadap masyarakat terdampak akan terus dilakukan. Distribusi energi dan penyaluran bantuan diharapkan tetap berjalan agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Baca Juga