Penurunan saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) hingga 44,89% sejak awal tahun menjadi salah satu kontras terbesar dalam pergantian penghuni LQ45. Posisi SMGR bersama PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) kini digantikan oleh PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
INDY masuk setelah menguat 17,41% sejak awal tahun dan melonjak 38,79% dalam satu bulan. Sebaliknya, SMGR ditutup pada Rp1.455 per saham setelah kembali turun 2,35% dalam periode bulanan.
Susunan LQ45 yang baru akan berlaku untuk periode 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan konstituen tersebut pada 27 Juli 2026.
Perbandingan Kinerja Saham
| Emiten | Posisi Baru | Harga Penutupan | Pergerakan Saham |
|---|---|---|---|
| SMGR | Keluar LQ45 | Rp1.455 | Turun 44,89% sejak awal tahun; turun 2,35% sebulan |
| TOWR | Keluar LQ45 | Rp406 | Turun 30,60% sejak awal tahun; naik 11,54% sebulan |
| INDY | Masuk LQ45 | Rp2.630 | Naik 17,41% sejak awal tahun; naik 38,79% sebulan |
| NCKL | Masuk LQ45 | — | Turun 25,33% sejak awal tahun; naik 3,70% sebulan |
Kinerja SMGR di pasar berlangsung beriringan dengan penurunan laba bersih pada 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp177,23 miliar, merosot 83,62% secara tahunan.
Situasi berbeda terlihat pada TOWR yang tetap membukukan kenaikan laba bersih. Emiten menara Grup Djarum itu mencatat laba Rp3,67 triliun pada 2025, naik 10,28% secara tahunan.
Pendapatan TOWR pada 2025 mencapai Rp13,23 triliun. Namun, pencapaian keuangan tersebut belum menghentikan pelemahan harga sahamnya sebesar 30,60% sejak awal tahun.
Penguatan Bulanan Belum Menutup Tekanan NCKL
NCKL mencatat kenaikan 3,70% dalam satu bulan terakhir menjelang masuk LQ45. Meski begitu, saham emiten hilirisasi nikel ini masih terkoreksi 25,33% sejak awal tahun.
INDY menunjukkan arah yang lebih kuat karena kinerjanya positif pada dua periode pengukuran. Harga saham perusahaan energi tersebut mencapai Rp2.630 per saham dalam data yang tersedia.
Pergantian konstituen berlangsung di tengah penurunan yang merata pada indeks saham domestik. IHSG berada pada level 6.185,78 setelah turun 28,46% sejak awal tahun hingga penutupan 27 Juli 2026.
Indeks LQ45 turun 27,64% ke 612,55, sementara IDX30 melemah 21,12% menjadi 344,88. IDX80 turun 30,53% ke 92,08 dan menjadi indeks dengan koreksi terdalam dalam kelompok tersebut.
BEI memasukkan perubahan ini dalam agenda penyesuaian LQ45, IDX30, dan IDX80. LQ45 terdiri atas 45 saham yang dievaluasi berdasarkan tingkat likuiditas dan sejumlah pertimbangan lainnya.
Masuknya saham ke LQ45 maupun keluarnya saham dari indeks dapat memengaruhi perhatian pasar terhadap emiten terkait. Perubahan itu tidak dapat dipandang sebagai ajakan membeli atau menjual saham.
Pelaku pasar tetap perlu menilai risiko serta kondisi perusahaan secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi. Pergerakan harga dan kinerja keuangan masing-masing emiten menunjukkan situasi yang tidak selalu sama.






