PT Astra International Tbk. atau ASII menjadi kekuatan terbesar di sektor Perindustrian Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp193,51 triliun. Nilai tersebut menempatkan ASII di posisi teratas di antara 66 emiten yang berada dalam sektor tersebut.
Kekuatan ASII terlihat dari selisihnya terhadap PT United Tractors Tbk. atau UNTR yang memiliki kapitalisasi Rp86,82 triliun. PT Impack Pratama Industri Tbk. atau IMPC berada di urutan ketiga dengan kapitalisasi Rp77,14 triliun.
Rentang Usia Emiten Sangat Lebar
Daftar sektor Perindustrian mempertemukan emiten yang telah puluhan tahun berada di bursa dengan perusahaan yang baru mencatatkan saham. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk. atau SCCO menjadi yang paling lama tercatat karena telah melantai pada 20 Juli 1982.
Di ujung lain daftar tersebut, PT Bach Multi Global Tbk. atau BACH mencatatkan saham perdana pada 8 Juli 2026. Kehadiran BACH menjadi penambahan terbaru dan membawa jumlah emiten sektor ini menjadi 66 perusahaan per 14 Agustus 2026.
BACH melakukan penawaran umum perdana sebanyak 615 juta saham. Kegiatan usahanya meliputi penjualan serta penyewaan genset, jasa konstruksi, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Lima Kapitalisasi Pasar Terbesar
Data yang dihimpun market.bisnis.com menempatkan BNBR dan SINI setelah tiga emiten terbesar tersebut. PT Bakrie & Brothers Tbk. atau BNBR memiliki kapitalisasi Rp26,60 triliun, sementara PT Singaraja Putra Tbk. atau SINI senilai Rp8,45 triliun.
| Posisi | Emiten | Kapitalisasi Pasar |
|---|---|---|
| 1 | ASII | Rp193,51 triliun |
| 2 | UNTR | Rp86,82 triliun |
| 3 | IMPC | Rp77,14 triliun |
| 4 | BNBR | Rp26,60 triliun |
| 5 | SINI | Rp8,45 triliun |
Sektor Perindustrian dalam klasifikasi IDX-IC mencakup penyedia produk dan layanan bagi kebutuhan industri. Ruang lingkupnya termasuk produk bangunan, kabel, peralatan kelistrikan, mesin, barang kedirgantaraan dan pertahanan, serta jasa profesional.
Struktur Papan dan Saham Beredar
Komposisi 66 emiten tersebut didominasi papan pengembangan dengan 36 perusahaan. BEI juga mencatatkan 14 emiten di papan utama, 14 di papan pemantauan khusus, serta dua perusahaan di papan akselerasi.
BNBR memiliki saham beredar paling banyak, yaitu 263,34 miliar lembar. BHIT mengikuti dengan 86,07 miliar lembar, sedangkan IMPC memiliki 54,91 miliar lembar saham.
ASII tercatat memiliki 40,48 miliar lembar saham beredar dan KIAS sebanyak 14,93 miliar lembar. Perbedaan jumlah saham tersebut menunjukkan struktur emiten yang beragam dalam sektor Perindustrian.
BEI dapat melakukan evaluasi berkala terhadap klasifikasi IDX-IC. Perubahan klasifikasi tersebut dapat memengaruhi susunan emiten yang masuk dalam sektor Perindustrian pada pembaruan berikutnya.






