Satu lapangan pemain yang mendadak kesurupan menjadi salah satu gambaran komedi absurd dalam film Bapakmu Kiper. Adegan tersebut membuat aktor asal Italia dan Lebanon kebingungan karena mereka tidak familier dengan konsep yang harus diperagakan.
Kedua pemain asing itu sempat bertanya, “Kami ngapain ya?” saat diminta membuat gerakan sendiri. Tidak ada pola akting khusus yang diberikan, sehingga masing-masing pemeran harus membayangkan perilaku karakternya ketika kesurupan.
| Pemeran | Negara Asal | Kendala dalam Adegan |
|---|---|---|
| Pemain asing | Italia | Tidak memahami improvisasi kesurupan |
| Pemain asing | Lebanon | Tidak memahami improvisasi kesurupan |
Fedi Nuril, pemeran Warto, mengatakan justru kebebasan tersebut membuat hasil adegan menjadi lucu. Para pemain tidak sekadar mengikuti instruksi teknis, melainkan membangun ekspresi dan gerakan yang berbeda-beda.
“Di situ ceritanya pada kesurupan. Tapi semuanya harus ngarang sendiri kira-kira kesurupannya kayak gimana. Nah ini yang lucu,” kata Fedi.
Salah satu pemeran mengambil pilihan yang paling menguras fisik dengan melakukan jungkir balik serta salto. Pengambilan adegan secara berulang membuat pemain itu akhirnya muntah dan menyesali bentuk improvisasi yang dipilihnya.
Fedi menuturkan pemain tersebut mengeluhkan aksinya setelah syuting. “Gue nyesel kesurupan gue jungkir balik, ngapain coba?” ujar pemain itu kepada Fedi.
Bukan Adegan Horor
Kesurupan dalam film ini ditempatkan sebagai perangkat komedi, bukan untuk membangun ketegangan horor. Unsur itu diambil dari gambaran yang kerap muncul dalam lingkungan sepak bola antarkampung atau tarkam.
Fedi menjelaskan ada kepercayaan terhadap dukun-dukunan yang dikenal oleh sebagian pengikut sepak bola tarkam. Film ini memakai konteks tersebut sebagai elemen cerita yang sengaja dibuat menghibur.
“Jadi, sepak bola tarkam ini kan buat orang yang mengikuti, yang paham, ada semacam dukun-dukunan gitu kan. Percaya atau enggak percaya. Tapi dalam film kita masukin untuk menjadi salah satu unsur komedi,” ujar Fedi.
Cerita mengenai adegan itu disampaikan Fedi saat pengenalan film di Gedung KLY Pusat pada Rabu, 15 Juli 2026. Liputan6.com melaporkan bahwa proses tersebut mempertemukan pemain dengan pemahaman budaya yang berbeda dalam satu rangkaian komedi.
Perjalanan Warto Mendukung Dino
Bapakmu Kiper mengisahkan Dino, remaja yang diperankan Ali Fikry dan bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Hubungannya dengan sang ayah, Warto, tidak berjalan akur pada awal cerita.
Warto merupakan mantan kiper tarkam yang lebih sering dikenal karena blunder dan persoalan hidupnya. Namun, ia berusaha membantu Dino dengan membangun tim yang berisi hansip, dukun, dan pencopet.
Kelompok itu disiapkan untuk melatih Dino menghadapi Tarkam Super Cup. Perjalanan mereka menyatukan konflik keluarga, pertandingan tarkam, serta komedi yang menjadi warna utama film ini.
Bapakmu Kiper dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026. Film tersebut menempatkan kisah ayah dan anak sebagai inti cerita di balik berbagai kekacauan yang muncul di lapangan.






