Satelit Low Earth Orbit atau LEO disiapkan untuk menopang akses layanan administrasi kependudukan di 50 daerah, dari Sumatra hingga Papua. Program ini menyasar kabupaten yang belum memperoleh sinyal telekomunikasi atau masih menghadapi kualitas jaringan yang lemah.
Langkah tersebut penting karena layanan kependudukan membutuhkan akses berkelanjutan ke sistem yang digunakan pemerintah daerah. Keterbatasan jaringan terestrial dapat menjadi kendala bagi dinas kependudukan dan pencatatan sipil dalam melayani warga.
PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk menyiapkan konektivitas tersebut. Teknologi satelit akan digunakan sebagai dukungan jaringan bagi daerah penerima bantuan konektivitas.
Daerah sasaran berada di Sumatra, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Cakupan lintas kawasan itu menegaskan persoalan minim sinyal tidak hanya muncul di satu wilayah tertentu.
| Unsur | Informasi | Manfaat yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Konektivitas | Satelit Low Earth Orbit | Akses lebih stabil ke sistem kependudukan |
| Penerima | 50 daerah | Dukungan bagi kabupaten minim sinyal |
| Layanan | MangoStar | Kebutuhan konektivitas Kemendagri |
Pelatihan mendahului pemanfaatan layanan
Persiapan program turut mencakup pembekalan kepada pengelola di tingkat daerah. Sebanyak 50 kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil dari kabupaten penerima mengikuti kegiatan berbagi pengetahuan di Jakarta pada Senin (27/7).
Peserta mempelajari pemasangan perangkat, konfigurasi, penggunaan layanan, hingga penanganan awal gangguan jaringan satelit. Materi tersebut diperlukan agar daerah mampu menjalankan perangkat sesuai kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan.
Layanan MangoStar dibahas dalam kegiatan itu sebagai bagian dari rencana penerapan konektivitas untuk Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah daerah memegang peran penting dalam memastikan perangkat serta jaringan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, mengatakan pemahaman menyeluruh perlu dimiliki sebelum layanan dijalankan. Kesiapan pengoperasian dinilai akan menentukan kesesuaian pemanfaatan konektivitas dengan kebutuhan pelayanan.
“Ketersediaan jaringan komunikasi yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan,” ujar Hani. Ia berharap kepala dinas di wilayah penerima dapat memahami cara mengoperasikan layanan agar pelayanan masyarakat tetap terjaga.
Alternatif bagi wilayah dengan jaringan terbatas
Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menyatakan teknologi satelit dapat menjadi solusi untuk wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi. Layanan ini difokuskan untuk membantu keberlanjutan layanan publik di lokasi yang akses jaringannya belum tersedia atau masih terbatas.
Andri menyebut Telkomsat berkomitmen mendukung pemerataan konektivitas melalui layanan berbasis satelit. Menurutnya, dukungan itu ditujukan bagi kebutuhan masyarakat dan layanan pemerintah di seluruh Indonesia.
Konektivitas LEO diharapkan membantu pemerintah daerah mengakses sistem administrasi kependudukan dengan lebih stabil. Bagi 50 daerah penerima, dukungan tersebut menjadi penopang layanan ketika jangkauan jaringan terestrial belum memadai.
Program ini memadukan bantuan konektivitas dengan pelatihan instalasi, konfigurasi, penggunaan, dan penanganan gangguan awal. Dengan demikian, kesiapan pengguna di daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemanfaatan layanan satelit.






