Dari Sudut ke Injury Time, Singapura Hentikan Perlawanan Timnas Putri U-16

Singapura U-16 memanfaatkan dua momen berbeda untuk mengalahkan Timnas Putri U-16 Indonesia dengan skor 2-0. Gol dari sepak pojok pada menit ke-58 dan gol pada masa injury time menjadi pembeda dalam laga Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026.

Indonesia berusaha memberi respons setelah kebobolan, tetapi tidak mampu menembus pertahanan lawan. Kekalahan di Supersoccer Arena, Kudus, pada Senin, 17 Agustus 2026, menjadi catatan awal yang harus dievaluasi oleh skuad muda Indonesia.

Sepak Pojok Membuka Keunggulan Singapura

Pertandingan berlangsung tanpa gol hingga memasuki pertengahan babak kedua. Singapura kemudian memecah kebuntuan melalui Nur Qhalisah Arysha Muhammad Rizal pada menit ke-58.

Gol itu lahir dari kemelut di depan gawang setelah sepak pojok. Nur Qhalisah menyelesaikan situasi tersebut dengan sundulan kepala untuk membawa Singapura unggul 1-0.

Indonesia mencoba menekan setelah tertinggal dan mencari ruang untuk mencetak gol balasan. Upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Singapura dapat mempertahankan keunggulannya.

Menjelang laga berakhir, Singapura kembali mendapat ruang untuk menyerang. Tan Si Leng Amelia lalu menggandakan keunggulan pada menit ke-95.

Gol di masa injury time tersebut memastikan Singapura membawa pulang kemenangan 2-0. Amelia mengaku bangga dapat menyumbang gol kedua, setelah sempat merasa gugup pada awal pertandingan.

DataHasil
KompetisiGrup B Srikandi Merdeka Cup 2026
TimIndonesia U-16 melawan Singapura U-16
Skor akhirIndonesia U-16 0-2 Singapura U-16
Pencetak golNur Qhalisah Arysha Muhammad Rizal 58′, Tan Si Leng Amelia 95′
StadionSupersoccer Arena, Kudus

Indonesia Menatap Proses Pembelajaran

Pelatih Indonesia Takumi Taniguchi menilai pertandingan ini memberi pengalaman penting bagi para pemainnya. Mayoritas anggota skuad baru pertama kali bermain dalam atmosfer kompetisi internasional.

Pelatih yang akrab disapa Taki itu meminta maaf atas hasil yang diraih timnya. Namun, ia menegaskan bahwa pemain telah memperlihatkan usaha terbaik sepanjang pertandingan.

"Maaf atas kekalahannya, tapi pemain sudah memberikan yang terbaik. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa menang," ujar Taki dalam keterangannya.

Taki juga meminta pemain tidak memandang kekalahan ini sebagai akhir dari perjalanan mereka. Ia menilai masih ada masa depan panjang yang dapat dibangun melalui pengalaman bertanding.

"Bagi sebagian besar pemain, ini adalah pengalaman pertama mereka bertanding di level internasional. Masa depan mereka masih panjang. Saya katakan pada mereka ini bukan akhir tapi sebuah perjalanan," tegasnya.

Kemenangan Penting untuk Persiapan Lawan

Pelatih Singapura Ratna Suffian Bin Ishak menyambut hasil tersebut dengan kepuasan. Menurutnya, para pemain mampu menjalankan rencana permainan yang telah dipersiapkan.

"Saya gembira sebab game plan telah dijalankan dengan baik. Saya percaya pada tim," kata Ratna, seperti dikutip Media Indonesia.

Bagi Singapura, turnamen ini menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC pada Oktober mendatang. Ratna menekankan perlunya kesiapan taktik dan fisik secara penuh sebelum menghadapi persaingan berikutnya.

Sementara itu, Indonesia perlu menjadikan laga ini sebagai bahan evaluasi untuk membangun pengalaman bertanding. Tekanan setelah tertinggal dan kemampuan menjaga fokus hingga akhir menjadi bagian dari pelajaran yang tersisa dari pertandingan tersebut.

Baca Juga