DSSA Jual 9,6 Miliar Saham Treasuri, HRTA dan CDIA Ikut Diburu saat IHSG Naik

DSSA mengalihkan 9.631.904.000 saham treasuri melalui penjualan saham hasil pembelian kembali. Aksi korporasi tersebut muncul ketika saham DSSA, HRTA, dan CDIA sama-sama mendapat perhatian teknikal di tengah penguatan IHSG.

IHSG melonjak 1,69 persen dan ditutup pada level 6.373,8 dalam perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Penguatan indeks menciptakan latar positif bagi tiga saham yang dinilai memiliki target kenaikan lanjutan, meski masing-masing memiliki batas support berbeda.

Level yang Menjadi Perhatian

KodePosisi HargaArea SupportTarget
HRTABreakout 2.1002.070–2.1002.216–2.313
CDIABreakout 715–720700–715760–784
DSSABertahan di 1.000940–9091.037–1.091

1. HRTA

PT Hartadinata Abadi Tbk atau HRTA mencatatkan sinyal bullish setelah menembus area 2.100. Target teknikal saham ini berada pada rentang 2.216 hingga 2.313, dengan dukungan indikator MACD yang positif.

Support HRTA terletak pada area 2.070 sampai 2.100. Posisi tersebut perlu diperhatikan karena menjadi salah satu batas penting bagi kelanjutan tren kenaikan.

Kenaikan harga emas global menjadi sentimen yang menyertai pergerakan HRTA. Emas disebut menembus US$4.420 per troy ounce, didorong penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, ketegangan di Hormuz, dan pembelian dari China.

2. CDIA

PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA menembus resistance 715–720 dengan kenaikan volume transaksi. BRI Danareksa Sekuritas, sebagaimana dilansir Investor Daily, menilai saham ini memiliki target penguatan menuju 760–784.

Area 700 hingga 715 menjadi support CDIA. Penembusan resistance dan perkembangan volume transaksi menjadi bagian dari indikator yang dicermati pasar.

Dari sisi kinerja, CDIA membukukan laba bersih US$19,3 juta pada semester I-2026. Angka tersebut turun 74 persen dibandingkan laba bersih US$74,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

3. DSSA

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA mempertahankan kecenderungan bullish selama harga bertahan di area 1.000. MACD yang masih berada pada zona positif menopang target pergerakan menuju 1.037 hingga 1.091.

Area 940 sampai 909 merupakan support DSSA. Rentang itu penting diperhatikan bersamaan dengan aksi pengalihan saham treasuri yang dilakukan perseroan.

Indeks Menguji Resistance 6.385

Setelah ditutup pada 6.373,8, IHSG kini menguji resistance 6.385. Jika mampu melanjutkan kenaikan, indeks memiliki target berikutnya di 6.450, sedangkan support berada pada 6.240 hingga 6.190.

Pasar juga mengantisipasi MSCI August Index Review serta aksi perburuan saham Grup Barito, termasuk BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO. Sentimen eksternal datang dari inflasi tahunan Amerika Serikat periode Juli yang melandai menjadi 3,4 persen.

Pelandaian inflasi tersebut membuka peluang kebijakan suku bunga The Fed yang lebih dovish. Wall Street ditutup beragam dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,04 persen ke 53.770,2, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,26 persen serta 0,54 persen.

Baca Juga