Pemerintah mengerahkan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kementerian, BNPB, Basarnas, serta sejumlah BUMN dilibatkan untuk memastikan bantuan dan layanan dasar dapat menjangkau wilayah terdampak.
PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog masuk dalam jajaran yang diminta mendukung penanganan di lapangan. Sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga pusat juga diterjunkan ke Labuan Bajo.
Langkah ini dilakukan setelah gempa menyebabkan korban jiwa, luka-luka, dan pengungsian mandiri. Data BNPB hingga pukul 15.00 WIB mencatat 38 orang meninggal dunia dan 2.000 warga mengungsi secara mandiri.
| Jenis Dampak | Jumlah |
|---|---|
| Meninggal dunia | 38 orang |
| Luka berat | 2 orang |
| Luka ringan | 11 orang |
| Mengungsi mandiri | 2.000 orang |
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak paling berat. Kebutuhan pangan, perlindungan sementara, dan layanan dasar kemudian menjadi fokus awal dalam situasi darurat tersebut.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan itu bertujuan memastikan warga yang terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Teddy. Arahan ini menjadi dasar percepatan distribusi bantuan dan pengerahan dukungan antarinstansi.
50.000 Paket Pangan Menuju Maumere
Salah satu bantuan awal yang telah diberangkatkan ialah 50.000 paket sembako Bantuan Presiden menuju Maumere. Bantuan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan awal masyarakat yang terkena dampak gempa.
“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy dalam keterangannya. Pengiriman pangan tersebut melengkapi kesiapan bantuan lain yang dibutuhkan para pengungsi.
Pemerintah juga menyiapkan air bersih, tenda pengungsian, genset, dan perlengkapan dasar lainnya. Kebutuhan ini penting bagi warga yang sementara berada di titik pengungsian mandiri.
Kementerian Sosial menggeser cadangan logistik dari kabupaten tetangga untuk memperkuat pasokan bantuan. Sebagian stok yang semula diperuntukkan bagi penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dialihkan ke kawasan terdampak gempa.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut persediaan logistik di gudang masih tersedia dan dapat segera digeser sesuai kebutuhan. “Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” ujarnya.
Suharyanto juga menegaskan logistik awal segera dikirimkan ke daerah bencana. “Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta.
Pengerahan lembaga pemerintah dan perusahaan negara diarahkan untuk menjaga kelancaran respons darurat. Koordinasi tersebut diperlukan agar bahan pangan, perlengkapan pengungsian, serta dukungan layanan dasar bisa segera diterima masyarakat terdampak.






