Rata-rata harga emas selama tujuh bulan pertama 2026 berada di US$ 4.595,75 per troy ounce. Posisi ini masih sekitar US$ 135 lebih rendah dibandingkan proyeksi rata-rata tahunan yang sebelumnya dihimpun London Bullion Market Association atau LBMA dari 28 analis pada Januari.
Selisih antara harga berjalan dan perkiraan tahunan memperlihatkan bahwa ruang pergerakan emas masih besar. Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan risiko geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, inflasi Amerika Serikat, dan aktivitas bank sentral.
Skenario Paling Tinggi Mencapai US$ 7.150
Survei LBMA pada Juli terhadap 16 analis profesional mencatat target tertinggi emas sebesar US$ 7.150 per troy ounce pada 2026. Proyeksi itu berasal dari Julia Du, ahli strategi komoditas di ICBC Standard Bank, yang memperkirakan rata-rata harga tahunan US$ 6.050.
Dalam skenario Julia Du, level US$ 4.100 dipandang sebagai penopang apabila pasar mengalami gejolak. Ia melihat kenaikan risiko geopolitik dapat membuat permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai tetap kuat selama 2026.
Pembelian cadangan oleh bank sentral menjadi salah satu faktor yang disebut dapat mendukung sentimen positif. Julia Du juga menyoroti peningkatan alokasi investor institusional serta permintaan ritel di Amerika Latin.
Proyeksi Berbeda, Risiko Tetap Sama
| Analis | Proyeksi Rata-rata | Batas Bawah | Target Tertinggi |
|---|---|---|---|
| Julia Du, ICBC Standard Bank | US$ 6.050 | US$ 4.100 | US$ 7.150 |
| Robin Bhar, Robin Bhar Metals Consulting | US$ 4.000 | US$ 3.500 | US$ 5.000 |
| Alexander Zumpfe, Heraeus | – | US$ 3.450 | US$ 5.200 |
Robin Bhar, pendiri Robin Bhar Metals Consulting, mengambil pandangan yang lebih moderat dengan estimasi rata-rata US$ 4.000 per troy ounce. Ia tetap memperkirakan emas dapat mencapai US$ 5.000, sementara level penopang ditempatkan pada US$ 3.500.
Robin Bhar menilai ketidakpastian ekonomi dan risiko politik masih memberi dorongan besar terhadap emas. Kekhawatiran mengenai independensi The Fed serta konflik geopolitik juga disebut dapat mempertahankan fungsi emas sebagai instrumen perlindungan nilai.
Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia dari Heraeus, memperkirakan batas bawah harga dapat menyentuh US$ 3.450 per troy ounce. Target puncak tahunannya sebesar US$ 5.200 memperlihatkan bahwa proyeksi lebih hati-hati pun masih berada di atas batas bawah yang dipetakan survei.
Iran dan Suku Bunga dalam Sorotan
Lima dari 16 analis dalam survei Juli menempatkan isu Iran sebagai perhatian utama bagi pasar emas. Seorang responden memusatkan perhatian pada aktivitas bank sentral, sedangkan responden lain mengamati kebijakan suku bunga The Fed dan laju inflasi Amerika Serikat.
Pemangkasan suku bunga The Fed yang berkelanjutan juga dinilai berpotensi menopang harga emas. Suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan minat terhadap logam mulia ketika pelaku pasar menghadapi ketidakpastian yang tinggi.
Rentang prediksi dari US$ 3.450 hingga US$ 7.150 menegaskan bahwa pasar emas masih menghadapi kemungkinan fluktuasi besar. Selama faktor ekonomi dan politik internasional terus berubah, harga emas akan tetap peka terhadap perpindahan sentimen di pasar global.






