Rapid Wien merebut puncak klasemen Bundesliga Austria dengan cara yang sangat meyakinkan setelah mengalahkan Grazer AK 8-0. Tonni Adamsen memborong empat gol dalam laga di Allianz Stadion, Wina, yang berakhir tanpa perlawanan berarti dari tim tamu.
Kemenangan itu memperlihatkan efektivitas Rapid dalam memanfaatkan setiap momentum serangan. Lima gol lahir sebelum turun minum, lalu tiga gol tambahan pada babak kedua melengkapi pesta tuan rumah.
Produktivitas Serangan Rapid
Delapan gol Rapid dicetak oleh empat pemain berbeda, dengan Adamsen sebagai penyumbang terbesar. Ercan Kara mencetak dua gol, sementara Nenad Cvetkovic dan Yusuf Demir masing-masing menyumbang satu gol.
| Menit | Pencetak Gol | Perubahan Skor |
|---|---|---|
| 5′ | Ercan Kara | Rapid unggul 1-0 |
| 12′ | Ercan Kara | Rapid unggul 2-0 |
| 14′ | Tonni Adamsen | Rapid unggul 3-0 |
| 42′ | Nenad Cvetkovic | Rapid unggul 4-0 |
| Masa tambahan babak pertama | Tonni Adamsen | Rapid unggul 5-0 |
| 56′ | Yusuf Demir | Rapid unggul 6-0 |
| 74′ | Tonni Adamsen | Rapid unggul 7-0 |
| 86′ | Tonni Adamsen | Rapid unggul 8-0 |
Adamsen mencetak gol pertamanya pada menit ke-14 setelah menerima umpan Petter Dahl di depan gawang. Gol itu sempat melalui pemeriksaan VAR, tetapi tetap disahkan oleh wasit.
Ia kemudian menambah gol pada masa tambahan waktu babak pertama ketika Rapid telah mengendalikan pertandingan. Dua gol berikutnya pada menit ke-74 dan 86 memastikan Adamsen menutup laga dengan empat gol.
Kara Mengawali Keunggulan Besar
Kara membuka skor pada menit kelima dengan memanfaatkan bola rebound dari tembakan Matthias Seidl yang membentur tiang. Ia kembali mencetak gol tujuh menit berselang melalui sundulan keras dari umpan silang Jannes Horn.
Dua gol cepat itu membuat Rapid nyaman mengatur permainan sejak fase awal. Catatan tersebut juga menjadikan Kara sebagai pencetak gol terbanyak Rapid Wien di Allianz Stadion.
Keunggulan Rapid semakin lebar saat Cvetkovic mencetak gol pada menit ke-42 melalui sundulan. Demir lalu melanjutkan tekanan setelah jeda lewat gol menit ke-56 dari umpan Romeo Amane.
Selisih Terbesar Ketiga dalam Sejarah Liga
Kemenangan 8-0 atas Grazer AK merupakan kemenangan terbesar ketiga Rapid Wien dalam sejarah kompetisi domestik. Klub tersebut sebelumnya mencatat kemenangan 10-0 pada 1977 dan 11-1 pada 1985.
Besarnya selisih skor menunjukkan bahwa Rapid mampu mempertahankan intensitas hingga menit akhir. Grazer AK kesulitan membendung serangan yang datang dari berbagai situasi sepanjang pertandingan.
Rapid selanjutnya membawa modal positif menuju laga Conference League melawan Hearts of Midlothian. Status sebagai pemuncak klasemen serta performa tajam para penyerangnya menjadi bekal penting bagi klub Wina itu.






