Putusan perceraian Chey Tae-won menekan saham perusahaan-perusahaan utama dalam ekosistem SK Group ketika bisnis chip kecerdasan buatan sedang menguat. Saham SK Inc. ditutup turun 3,8%, sementara SK Hynix anjlok 8,3% di Seoul.
Tekanan itu muncul setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkan Chey membayar 944 miliar won atau sekitar Rp11,3 triliun kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Nilai tersebut menjadikan perkara ini salah satu pembayaran perceraian terbesar yang pernah diputuskan di Korea Selatan.
Pasar memberi perhatian besar pada sumber dana yang akan digunakan Chey untuk memenuhi kewajibannya. Kepemilikan sahamnya berkaitan langsung dengan struktur pengendalian SK Group, meski putusan pengadilan tidak memerintahkan penyerahan saham kepada Roh.
SK Hynix Berada di Tengah Dorongan AI
SK Hynix menjadi pemasok utama chip high-bandwidth memory atau HBM yang digunakan bersama prosesor AI Nvidia. Posisi tersebut membuat perusahaan ini termasuk pihak yang mendapat manfaat dari lonjakan permintaan semikonduktor canggih.
Namun, Chey bukan pemegang saham langsung SK Hynix. Ia memiliki 17,9% saham SK Inc., yang memegang sekitar 32% saham SK Square sebagai pemegang saham terbesar SK Hynix.
Rantai kepemilikan itu menjadikan saham SK Inc. penting dalam mempertahankan kendali manajemen Chey atas grup. Karena alasan tersebut, pengadilan memilih pembayaran tunai dan tidak mengalihkan kepemilikan saham kepada Roh.
Nilai Pembayaran Berkurang dari Putusan Banding
Putusan terbaru dibacakan pada Jumat, 24 Juli 2026. Angkanya lebih rendah dibandingkan putusan banding pada 2024 yang sebelumnya mewajibkan pembayaran sebesar 1,38 triliun won.
| Putusan | Nilai Pembayaran | Porsi Aset untuk Roh |
|---|---|---|
| Banding 2024 | 1,38 triliun won | 35% |
| Pengadilan Tinggi Seoul | 944 miliar won | Sepertiga |
Majelis menetapkan pembagian harta sepertiga untuk Roh dan dua pertiga untuk Chey. Perceraian pasangan itu serta pembayaran ganti rugi 2 miliar won sebelumnya telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Saham Chey dan aset lainnya tetap masuk objek pembagian karena diperoleh selama pernikahan. Pengadilan juga mempertimbangkan kontribusi Roh dalam pengasuhan anak, urusan rumah tangga, dan aktivitas eksternal yang berkaitan dengan SK Group.
Dasar Perhitungan Saham
Nilai saham Chey dihitung berdasarkan kondisi pada 16 April 2024, saat pemeriksaan fakta dalam proses banding sebelumnya berakhir. Kenaikan nilai saham sesudah tanggal tersebut dinilai belum cukup untuk menggunakan dasar valuasi yang lebih baru.
Menurut Reuters yang dikutip CNBC Indonesia, Mahkamah Agung Korea Selatan sebelumnya membatalkan sebagian putusan pengadilan lebih rendah. Mahkamah menyatakan dugaan dana dari ayah Roh, mantan Presiden Roh Tae-woo, kepada SK Group tidak bisa dihitung sebagai kontribusi yang dilindungi hukum.
Park Ju-gun, kepala Leaders Index, memperkirakan Chey dapat menjual sebagian saham pada unit grup atau memakai saham sebagai agunan untuk memperoleh dana. Ia menilai langkah itu kemungkinan tidak akan mengganggu kendali manajemen Chey.
Tim hukum Chey masih mempelajari putusan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya. Pengacaranya, Lee Jae-keun, mengatakan keputusan untuk mengajukan banding akan ditetapkan setelah isi putusan ditelaah.
Forbes memperkirakan kekayaan Chey mencapai US$5,4 miliar. Perkembangan perkara ini tetap relevan bagi investor karena cara pendanaan pembayaran dapat memengaruhi persepsi pasar atas struktur kepemilikan SK Group.






