Potensi El Nino menempatkan ketersediaan air untuk masyarakat dan pertanian sebagai perhatian utama di Sulawesi Barat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan penguatan infrastruktur air untuk menghadapi risiko kekeringan.
Bendung, embung, dan jaringan irigasi akan dipelihara agar tetap dapat menopang kebutuhan air saat kondisi kering terjadi. Sarana pendukung lain juga masuk dalam fokus kesiapsiagaan infrastruktur fisik.
Menjaga Keandalan Sarana Pengairan
Pemeriksaan berkala terhadap sumber daya air dan jaringan irigasi daerah akan dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi. Pemantauan itu diperlukan untuk melihat kondisi fasilitas pengairan sekaligus mengenali wilayah dengan potensi kekurangan air.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PUPR Sulbar, Suriana Zain, menyebut hasil pendataan di lapangan akan menjadi landasan tindakan berikutnya. Pemerintah kabupaten dan instansi terkait akan dilibatkan dalam penanganan sesuai kebutuhan wilayah.
“Kami akan melakukan pemantauan kondisi sumber daya air dan jaringan irigasi, termasuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi mengalami kekurangan air,” kata Suriana Zain. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan dampak El Nino.
Keandalan infrastruktur sumber daya air dinilai penting karena gangguan pada bendung, embung, maupun saluran irigasi dapat memengaruhi ketersediaan air. Karena itu, pemeliharaan fasilitas tidak dipisahkan dari proses pengawasan kondisi lapangan.
Wilayah Rentan Akan Dipetakan
PUPR Sulbar juga menyiapkan identifikasi kawasan yang berpotensi terdampak kekeringan. Pemerintah daerah mendapat instruksi untuk menyusun peta kondisi kekeringan bersama koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum.
Peta tersebut akan digunakan untuk memperjelas kebutuhan penanganan di wilayah masing-masing. Data yang dikumpulkan diharapkan membantu instansi terkait menyiapkan langkah bersama secara lebih terarah.
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, menekankan pentingnya bergerak sebelum warga merasakan dampak kekeringan. Ia menilai data kondisi lapangan dan kesiapan sarana air harus menjadi perhatian sejak awal.
“Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya dirasakan masyarakat. PUPR harus memastikan infrastruktur sumber daya air dalam kondisi siap, sekaligus mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Surya Yuliawan Sarifuddin.
Koordinasi Penanganan El Nino
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Satgas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Nino Wilayah Pulau Sulawesi. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menggelar pertemuan itu pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Koordinasi lintas sektor menjadi dasar yang disiapkan PUPR Sulbar untuk mempercepat pengenalan wilayah rawan kekurangan air. Pengawasan jaringan pengairan, pemetaan risiko, dan pemeliharaan infrastruktur akan diarahkan untuk menjaga pasokan air ketika dampak El Nino harus dihadapi.






