Presiden Prabowo Subianto menyetujui keputusan Naniek Sudaryati Deyang untuk mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Meski tidak lagi memimpin secara operasional, Naniek disebut tetap diminta terlibat dalam pengawasan lembaga.
Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui dewan pengawas yang kemungkinan dipimpin Naniek. Ia menyatakan masih siap memberi masukan dan memantau jalannya program, tetapi tidak lagi menangani urusan keuangan.
Mundur untuk Pemulihan Jantung
Naniek memutuskan melepaskan jabatan tersebut agar dapat fokus menjalani pengobatan penyakit jantung. Ia berencana melakukan pemeriksaan dan perawatan di luar negeri setelah lebih dahulu meminta izin kepada Presiden.
Keputusan itu disampaikan Naniek melalui unggahan Facebook pribadinya pada Rabu (22/7). Dalam unggahan tersebut, ia mengatakan keberangkatan untuk berobat dilakukan pada hari yang sama.
Ia menekankan bahwa pilihan berobat ke luar negeri bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap tenaga medis Indonesia. Naniek ingin memperoleh pendapat medis kedua dan mempertimbangkan rekomendasi dari kawannya mengenai tempat perawatan.
Penataan BGN sebelum Pengunduran Diri
Sebelum berfokus pada pemulihan kesehatan, Naniek menyatakan telah memulai pembenahan tata kelola BGN. Salah satu langkahnya ialah mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga.
Institusi yang disebut terkait pergantian itu mencakup Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan. Naniek menyebut penataan dilakukan untuk memastikan BGN diisi tenaga profesional sesuai bidangnya.
| Program Pembenahan | Jumlah atau Cakupan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Pergantian pejabat eselon I | 5 pejabat | Penataan profesionalisme BGN |
| Tim reformasi MBG | 11 tim | Pembenahan pelaksanaan program |
| Evaluasi penerima manfaat | Lebih dari 62 juta penerima | Menjaga ketepatan sasaran |
Sebanyak 11 tim reformasi dibentuk untuk menangani berbagai aspek pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tugasnya mencakup evaluasi ketepatan sasaran, penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, dan efisiensi anggaran.
Pembenahan pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T juga menjadi perhatian. Naniek berharap agenda yang telah dimulai itu dapat dilanjutkan oleh pejabat yang menggantikannya.
Dukungan untuk Makan Bergizi Gratis
Naniek menegaskan dukungannya terhadap MBG tidak berubah setelah meninggalkan jabatan Kepala BGN. Ia menyatakan telah mendampingi Prabowo selama 14 tahun dan mengetahui tujuan program itu sebagai intervensi gizi bagi anak-anak.
Menurutnya, MBG ditujukan untuk membantu anak tumbuh sehat menuju generasi emas dan menjaga kondisi kesehatan mereka. Program itu juga diyakininya dapat memberi manfaat bagi perekonomian daerah.
Naniek membantah tudingan bahwa MBG dirancang sebagai kepentingan politik menjelang Pemilu 2029. Ia menilai tudingan tersebut tidak tepat karena sebagian besar penerima manfaat saat ini ialah anak balita hingga murid sekolah dasar yang belum dapat memilih pada 2029.
Dalam masa pemulihan, Naniek mengajak masyarakat tetap mendukung pelaksanaan MBG. Ia menilai kelanjutan pembenahan program penting agar manfaatnya tetap sampai kepada anak-anak Indonesia.






