Di Tengah Perbedaan, Prabowo Nilai PDIP Punya Arah Sama dengan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menilai PDI Perjuangan memiliki hati dan arah yang pada dasarnya sama dengan pemerintah, walaupun tidak berada dalam kabinet. Ucapan itu disampaikan ketika ia membahas dinamika persaingan serta kemungkinan pertemuan kembali antarpartai politik.

Respons dari PKB menempatkan pernyataan tersebut dalam konteks yang lebih luas, yakni pentingnya kepentingan nasional di atas perbedaan posisi politik. Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut pandangan Prabowo sebagai sikap seorang demokrat sejati.

Persaingan Politik Bukan Perpisahan Permanen

Prabowo berbicara dalam acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, pada Kamis malam, 23 Juli 2026. Ia menyatakan persaingan dan pertandingan merupakan bagian yang biasa dalam kehidupan politik.

“Jadi Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyinggung posisi PDI Perjuangan di luar pemerintahan. “PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama,” ujarnya.

Pernyataan itu tidak disertai penjelasan mengenai pembentukan kerja sama politik baru. Namun, Prabowo menegaskan bahwa jarak politik antarpartai dapat berubah dan tidak selalu menjadi pemisah permanen.

PKB Soroti Kepentingan Nasional

Daniel Johan mengatakan semua pihak pada dasarnya menginginkan bangsa dan negara terus maju. Menurut dia, rakyat juga harus menjadi pihak yang merasakan hasil dari kerja politik melalui kesejahteraan di berbagai bidang.

Ia menilai perbedaan pandangan merupakan unsur wajar dalam demokrasi. Karena itu, partai di dalam pemerintahan dan partai di luar pemerintahan tetap perlu memiliki titik temu berupa kepentingan nasional.

Daniel, yang juga anggota Komisi IV DPR, mengatakan setiap partai memikul kewajiban menjaga persatuan dan mengawal demokrasi. Hal itu dinilainya sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945.

Amanat tersebut mencakup perlindungan segenap bangsa Indonesia, kemajuan kesejahteraan umum, dan pencerdasan kehidupan bangsa. Daniel juga mengaitkannya dengan peran untuk membantu menciptakan ketertiban dunia.

Kolaborasi untuk Persoalan Rakyat

Menurut Daniel, tantangan nasional ke depan menuntut sinergi seluruh unsur bangsa. Ia menyoroti ketahanan pangan, pertanian, perikanan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai bidang yang memerlukan perhatian bersama.

Ia menilai gotong royong lintas partai perlu diperkuat agar politik menghasilkan solusi nyata bagi rakyat. Dalam pandangannya, persatuan bukan berarti menutup ruang koreksi terhadap kebijakan.

“Adanya kritik konstruktif harus dijadikan vitamin dalam memperbaiki berbagai persoalan,” imbuh Daniel. Pernyataan itu menegaskan kritik dapat berjalan beriringan dengan kerja sama dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga